Ekonomi

Hubungkan Bekasi-Tangerang, BPTJ Kembangkan Layanan Bus Berbasis BTS di 2023-2024

Plt Kepala BPTJ Umar Aris mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan usulan pemerintah kota setempat untuk menghubungkan Jabodetabek.


Hubungkan Bekasi-Tangerang, BPTJ Kembangkan Layanan Bus Berbasis BTS di 2023-2024
Pelaksana Tugas Kepala BPTJ Umar Aris (Kemenhub)

AKURAT.CO, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengembangkan layanan bus berbasis Buy The Service (BTS/Pembelian Layanan) di wilayah Kota Bekasi dan Kota Tangerang pada tahun 2023-2024. Ada pun jumlah pagu indikatif BPTJ tahun 2023 telah ditetapkan sebesar Rp259 miliar.

Dalam rapat bersama dengan Komis V DPR RI, Plt Kepala BPTJ Umar Aris mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan usulan pemerintah kota setempat untuk menghubungkan Jabodetabek.

"Kegiatan ini merupakan usulan pemerintah kota setempat," kata Umar Aris pada Rabu (29/6/2022).

baca juga:

Setidaknya ada empat alternatif rute bus BTS di Bekasi yang nantinya berada di Terminal Bekasi-Kota Harapan Indah, Pasar Sumber Arta-Wisma Asri, Terminal Bekasi-Plaza Pondok Gede; dan Sumarecon-Pasar Alam Vida.

Sedangkan untuk untuk rute alternatif lainnya, berada di Kota Tangerang yakni Tangcity-Bandara Soekarno Hatta.

Selain itu, layanan bus berbasi BTS di dua kota penyangga Jakarta, BPTJ juga memasukan pembangunan integrasi Stasiun Bogor untuk rencana pengembangan konektivitas layanan angkutan umum (BTS - Angkot) via halte yang berada di kawasan Stasiun Bogor, serta keterkaitan akses dengan Stasiun Paledang.

Pembangunan integrasi Stasiun Bogor meliputi penataan fasilitas pejalan kaki, pemasangan utilitas, dan peningkatan integrasi layanan angkutan umum (BTS dan angkot) melalui halte di kawasan Stasiun Bogor serta keterhubungan akses dengan Stasiun Paledang.

Sedangkan yang ketiga adalah pembangunan Stasiun Gunung Putri pada tahun 2024. Umar mengatakan reaktivasi stasiun tersebut dimulai dari revitalisasi pembangunan gedung stasiun dan kawasan sekitar stasiun.

Reaktivasi Stasiun Gunung Putri juga merupakan bagian dari peningkatan layanan perkeretaapian di lintas Citayam-Nambo.