Lifestyle

Hubungan Seks Saat Sakit, Amankah?

Ketahui keadaan pasanganmu sebelum kalian akan melakukan seks!


Hubungan Seks Saat Sakit, Amankah?
Ilustrasi - Hubungan seks saat sakit (UNSPLASH/Toa Heftiba)

AKURAT.CO, Pernahkah kamu memiliki kekhawatiran  tentang berhubungan seks saat sakit? Jika ya, kamu mungkin ingin tahu tentang keamanannya. 

Secara umum, aturannya adalah jangan berhubungan seks saat kamu benar-benar sakit. Kamu hanya akan membuat pasangan menjadi sakit.  

Seks tidak akan menyembuhkan penyakit, dan kemungkinan besar juga tidak akan membuat kamu disayangi pasangan. Bagaimana pun, kamu telah menularkan penyakitmu kepadanya. 

Namun, Dr. Jeffrey Walden, seorang dokter di sistem medis Cone Health menyatakan bahwa kamu seharusnya baik-baik saja untuk aktivitas seksual jika hanya mengalami pilek atau gejala lain di atas leher (pilek, sakit tenggorokan, dan lain sebagainya). 

"Secara umum, kami mengajarkan pasien aturan di atas leher," kata Dr. Walden dikutip AKURAT.CO pada Senin (29/11/2021). 

"Kamu mungkin hanya ingin mengurangi 'kekuatan' seks , tergantung pada betapa lelahnya kamu. Dan mirip dengan pelari jauh, endorfin pasca-seks yang kamu rasakan mungkin hanya membuatmu mengabaikan hidung tersumbat untuk sementara waktu."

Pilek atau influenza tidak dapat ditularkan melalui air mani atau cairan vagina, kecuali memiliki infeksi menular seksual yang spesifik tapi itu tidak berarti bahwa seks saat sakit dengan virus sepenuhnya bebas risiko. 

Bagaimanapun, seks adalah melibatkan banyak cairan tubuh, termasuk air liur dan partikel dalam napas. Jika  berada dalam fase menular, tidak bijaksana untuk berhubungan seks, tetapi bukan karena alat kelamin. Itu karena penularan terjadi  melalui cara lain, seperti batuk atau bersin.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang disentuh orang yang terinfeksi adalah risiko penularan, seperti halnya berada di dekat mereka. Jadi kondom tidak memberikan perlindungan dari penyebaran virus.

"Gejala seperti batuk, nyeri otot, dan terutama demam lebih berisiko baik untuk diri sendiri maupun pasangan," kata Dr. Walden.

"Yang terbaik adalah menghindari aktivitas seksual jika kamu mengalami demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius. Kamu tentu tidak ingin mengambil risiko memberi pasangan sesuatu yang berpotensi berbahaya seperti flu."

Lebih lanjut, jangan coba menurunkan mengatasi demam dengan keringat. Konon,  keringat yang dihasilkan oleh seks aktif seharusnya mampu menurunkan deman.

Ingat, ini hanya mitos belaka.  Kenaikan suhu tubuh saat demam adalah reaksi tubuh terhadap infeksi, karena mencoba melawan penyakit melalui aktivitas sistem kekebalan yang meningkat. 

Saat berhubungan seks mirip seperti berolahraga berat. Itu  sebenarnya dapat menghalangi kamu  untuk menjadi lebih baik. Tubuh yang demam sudah berada di bawah banyak tekanan, yang berusaha keras untuk melawan virus. Lebih baik untuk membiarkan tubuh beristirrahat.

"Pada saat demam, kamu sudah sakit, dan istirahat adalah hal terbaik untuk memungkinkan sistem kekebalan pulih," kata Dr Walden.

"Selain itu, sebagian besar waktu ketika  demam, kamu merasa terlalu buruk untuk bergerak, apalagi berguling-guling di kasur," tambahnya.[]