News

Houthi Serang Pangkalan Udara Terbesar Yaman, Tewaskan Pasukan Pemerintah

Serangan serupa pernah terjadi pada 2019 selama parade militer di al-Anad, sehingga 6 loyalis tewas, termasuk seorang pejabat intelijen berpangkat tinggi.


Houthi Serang Pangkalan Udara Terbesar Yaman, Tewaskan Pasukan Pemerintah
Houthi menyerang al-Anad pada 2019 saat diadakan parade militer di sana. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Pemberontak Houthi menyerang pangkalan udara terbesar Yaman pada Minggu (29/8). Akibatnya, pasukan propemerintah tewas dan banyak yang terluka.

Dilansir dari AFP, Houthi melancarkan serangan bertubi-tubi menggunakan drone bersenjata dan rudal balistik di pangkalan militer al-Anad, provinsi selatan Lahij yang dikuasai pemerintah, menurut pernyataan juru bicara pasukan Yaman selatan Mohamed al-Naqeeb. Sementara itu, tim medis mengaku menerima 7 mayat dan merawat lebih dari 50 orang yang terluka dalam serangan tersebut. Namun, sumber medis lainnya menyebut 2 tewas dan 16 terluka.

Al-Naqeeb sendiri mengakui adanya korban jiwa, tetapi ia tak menyebutkan angkanya. Seorang pejabat propemerintah yang tak mau diungkapkan identitasnya juga membenarkan adanya korban jiwa.

Sementara itu, warga mengaku mendengar sejumlah ledakan keras di daerah al-Anad. Namun, belum ada klaim dari pihak pemberontak.

Pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah terlibat perang sejak 2014 dengan Houthi yang bersekutu dengan Iran. Perang tersebut meletus setelah pemberontak itu merebut ibu kota Sanaa.

Pada 2019, Houthi mengklaim melancarkan serangan pesawat tak berawak ke al-Anad selama parade militer. Menurut tim medis dan sumber pemerintah saat itu, setidaknya 6 loyalis tewas, termasuk seorang pejabat intelijen berpangkat tinggi.

Terletak 60 km utara Aden, kota terbesar kedua di Yaman, al-Anad menjadi markas besar pasukan Amerika Serikat (AS) yang mengawasi perang pesawat tak berawak jangka panjang melawan al-Qaeda hingga Maret 2014. Saat itu, al-Anad berhasil dikuasai oleh pemberontak Houthi.

Al-Anad direbut kembali oleh pasukan pemerintah pada Agustus 2015 saat mereka berhasil merebut kembali wilayah itu dari gerilyawan di selatan, berkat dukungan dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi.[]