News

Hotman Geram, Data dan Informasi Hasil TWK Pegawai KPK Belum Diberikan

Data dan informasi hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK kembali dipersoalkan.


Hotman Geram, Data dan Informasi Hasil TWK Pegawai KPK Belum Diberikan
Gedung KPK (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Data dan informasi hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai KPK kembali dipersoalkan. Sebab hingga kini data dan informasi tersebut belum diberikan Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) KPK.

Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hotman Tambunan meminta Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa untuk memberikan data tersebut karena melebihi waktu tujuh hari kerja.

"Sejak pemberitahuan PPID pada tanggal 11 Juni 2021, kami belum mendapatkan data dan informasi tersebut atau setidaknya belum mendapatkan informasi bahwa data dan informasi tersebut sedang dikirimkan,” kata Hotman lewat keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Sesuai aturan perundangan yang berlaku, permintaan atas hasil asesmen TWK diberikan pada 23 Juni 2021. Hal itu mengacu pada pasal 35 ayat (1) UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Kami meminta Sekjen, untuk bertanggung jawab dan menyerahkan hasil asesmen TWK kepada pegawai,” jelas Hotman. 

Menurut Hotman, penting bagi pegawai untuk mengetahui hasil tesnya masing-masing. Dengan mengetahui hasil tesnya, maka pegawai bisa menjadikan hasil tersebut sebagai bahan untuk menindaklanjuti keputusan dan tindakan yang telah diambil oleh pimpinan.

Menurut Hotman, Sekjen KPK adalah penanggung jawab tertinggi tentang manajemen kepegawaian di KPK atas amanat presiden. Sehingga sudah sepatutnya mengelola kepegawaian sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Sebab, pada akhirnya nanti masalah kepegawaian karena TWK ini akan bermuara di Presiden.

Hotman menyatakan, jangan sampai nanti ada aduan di meja Presiden di mana Sekjen sebagai pejabat P2K malah melakukan perbuatan melawan hukum. Sebab hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan adalah mutlak milik pegawai yang bersangkutan. gawai yang bersangkuta

Dan sudah kebiasaan di KPK bahwa laporan hasil asesmen selalu diberikan kepada pegawai, bahkan diberikan feedback pada pegawai berdasarkan hasil asesmen tersebut. 

"Kenapa hasil asesmen TWK ini malah disembunyikan?” ia heran.

Kata Hotman, data hasil asesmen bukanlah data rahasia bagi peserta karena data tersebut bukanlah hasil intelijen sebagaimana disebutkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Data asesmen bukan juga data yang dikecualikan bagi peserta sebagaimana UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hotman mempertanyakan sikap Sekjen KPK yang sepertinya saat ini sudah tidak lagi menaati peraturan perundang-undangan. Satu di antara aturan yang harus diikuti adalah adalah Transparansi sebagaimana pasal 5 UU Nomor 19 Tahun 2019.

“Bekerjalah dan bertugaslah dengan tetap menjaga integritas dan mengikuti hati nurani untuk memberantas korupsi, bukan malah mengikuti keinginan pribadi pimpinan yang diduga sewenang-wenang,” kata Hotman. []