News

Hotel dan Resto di DIY Harap Bersabar, Hibah Kemenparekraf Masuk Finalisasi

Dinas Pariwisata DIY menyebut mekanisme pemberian subsidi atau bantuan terhadap pelaku industri perhotelan disalurkan lewat hibah dari Kemenparekraf.


Hotel dan Resto di DIY Harap Bersabar, Hibah Kemenparekraf Masuk Finalisasi
Ilustrasi pelayanan karyawan hotel. (INSTAGRAM/dafamhotelmanagement)

AKURAT.CO, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarat (DIY) menyebut mekanisme pemberian subsidi atau bantuan terhadap pelaku industri perhotelan disalurkan lewat hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo mengatakan, nantinya realisasi hibah Kemenparekraf itu disalurkan langsung oleh pemerintah pusat kepada kabupaten/kota.

"Untuk akhir tahun 2020 yang sekarang ini sedang difinalisasi oleh Kemenparekraf," kata Singgih, Kamis (22/7/2021).

Singgih melanjutkan, pemerintah kabupaten/kota bertugas membagi sesuai dengan kontribusi pajak di masing-masing daerah.

"Seperti tahun kemarin itu langsung ke pemerintah kabupaten/kota, kemudian pemerintah kabupaten/kota langsung membagi sesuai dengan kontribusi pajak kalau tidak salah," paparnya.

Di samping hibah dari Kemenparekraf, masih ada insentif dari pemerintah pusat yang diusulkan belum lama ini. Pendaftaran untuk penerima manfaatnya sudah dibuka.

Baca Juga: Gerakan dari Rakyat untuk Rakyat, Sleman Sediakan 1.000 Soto Gratis Setiap Hari untuk Warga yang Isoman

"Kemarin sudah dibuka pendaftarannya, sudah beberapa usaha mengusulkan bantuan insentif pemerintah," beber dia.

Sedangkan bantuan bagi para karyawan atau perorangan yang dirumahkan, sepenuturan Singgih, itu merupakan kewenangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY.

"Untuk karyawan atau perorangan masuk ranahnya Disnakertrans. Untuk yang sembako juga masuk ke (Dinas) Sosial, sudah ada post masing-masing," tandasnya.

Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebut ada 125 hotel dan resto yang memilih berhenti beroperasi sementara sejak masa pandemi COVID-19. Di mana 25 di antaranya mati suri sejak diberlakukannya PPKM Darurat.

Mereka memilih berhenti beroperasi lantaran tak kuat menanggung beban operasional jika tetap buka namun nihil pemasukan. Tercatat pula sebanyak 30 ribuan karyawan hotel dan resto yang dirumahkan selama masa pandemi COVID-19 ini.[]