News

Hormati Keluarga Pasien COVID-19,  Anies Baswedan: Satu Angka Itu Satu Nyawa

Anies Baswedan meminta penyebutan jumlah pasien yang terpapar wabah tidak boleh dibayangkan seperti angka statistik biasa, angka tersebut adalah nyawa


Hormati Keluarga Pasien COVID-19,  Anies Baswedan: Satu Angka Itu Satu Nyawa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook/Anies Baswedan)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh masyarakat menaruh rasa hormat kepada keluarga pasien COVID-19 di Ibu Kota. Untuk itu, dia meminta agar penyebutan jumlah pasien yang terpapar wabah tidak boleh dibayangkan seperti angka statistik biasa. Setiap angka yang disebut adalah nyawa mereka yang sedang berjuang untuk sembuh dari paparan wabah ini. 

"Jadi saya perlu garis bawahi kepada semua. ketika kita menyebutkan jumlah kasus jangan dibayangkan ini seperti angka statistik begitu saja. Ini adalah saudara kita, ini adalah warga kita. Setiap satu angka disebut itu adalah satu nyawa, itu anak, itu adalah ayah, ibu, kakak, adik kita semua," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta agar masyarakat tidak melihat persoalan COVID-19 sebagai angka statistik belaka. Dia pun meminta agar warga Jakarta untuk menghindari risiko terpapar wabah ini dengan mematuhi semua protokol kesehatan yang ada.

"Jangan pernah tempatkan persoalan COVID-19 sekedar statistik, bertambah kasus dan berkurang kasus. Bayangkan keluarga yang tegang, bayangkan pasien yang perlu perawatan intensif karena terpapar. Karena itu mari kita sama-sama memilih menjauhi risiko," imbuhnya.

DKI Jakarta saat ini sedang menghadapi situasi genting setelah ledakan wabah mematikan itu yang tak kunjung reda sejak dua pekan belakang. Ledakan wabah mematikan ini jauh lebih parah dari yang terjadi sebelumnya. Hal ini terkonfirmasi dari jumlah kasus harian yang terjadi sekarang ini di mana angka jumlah pasien corona cenderung bergerak naik setiap hari.

Pekan lalu, DKI Jakarta bahkan tiga kali berturut-turut memecahkan rekor kasus harian terbanyak, yang bergerak dari angka 4.000 kasus menuju lebih 5.000 kasus. Jumlah yang belum pernah dicatatkan selama satu setengah tahun pandemi mengepung Ibu Kota.

Tidak hanya soal jumlah, peta sebaran corona juga mengalami perubahan, pada ledakan kali ini, 665 anak-anak di bawah 18 tahun ikut terpapar, dimana yang 12 persen diantaranya masih Balita, jumlah ini juga tidak pernah terjadi sebelumnya, disinyalir fenomena ini muncul karena adanya varian baru dari luar negeri.

"Artinya ktia menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular termasuk kepada anak-anak," tutup Anies. []