News

Holywings Kembali Minta Maaf, Singgung Nasib 3000 Karyawan

Buntut promosi minuman gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria


Holywings Kembali Minta Maaf, Singgung Nasib 3000 Karyawan
Holywings (Instagram/@holywingsindonesia)

AKURAT.CO, Holywings Indonesia kembali meminta maaf soal promosi minuman alkohol gratis khusus untuk pelanggan bernama 'Muhammad' dan 'Maria'. Melalui Instagramnya, Holywings menyinggung soal nasib 3.000 karyawannya yang bergantung pada usaha resto and bar itu.

"Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, demi keberlangsungan lebih dari 3000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini," kata Holywings Indonesia dalam akun Instagram resminya seperti dilihat, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut, Holywings berjanji tidak lepas tangan dan membantu proses hukum jika diperlukan oleh pihak kepolisian.

baca juga:

"Saat ini 6 oknum yang bertanggung jawab terkait 'promosi' telah ditahan, menjalani proses hukum dan sudah ditangani oleh kepolisian serta pihak yang berwajib. Kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan," lanjutnya.

Holywings mengaku telah membaca seluruh kritik dan masukan. Holywings berjanji akan berupaya lebih baik lagi. 

"Terima kasih untuk seluruh dukungan yang telah diberikan di postingan kami sebelumnya, tentunya kami dari management Holywings Indonesia telah membaca satu per satu segala bentuk kritik, saran & pendapat masyarakat terkait kelalaian kami. Kami berjanji akan menjadi lebih baik," lanjutnya. 

Polisi Tetapkan Enam Tersangka

Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dalam promosi minuman beralkohol. 

Enam orang tersebut berinisial EJD (27), NDP (36), DAD (27), AAB (25), AAM (25), EA (22) yang berperan sebagai direktur kreatif, desain grafis, admin tim hingga pengunggah konten ke media sosial tersebut terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP serta Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.