Ekonomi

Holding Ultra Mikro Berpotensi Dobrak Aset BRI Jadi Rp1.515 Triliun

Bos BRI bilang Holding BUMN Ultra Mikro berpotensi meningkatkan aset perseroan menjadi Rp1.515 triliun


Holding Ultra Mikro Berpotensi Dobrak Aset BRI Jadi Rp1.515 Triliun
Sejumlah warga saat berada di mesin ATM untuk mengambil uang di ATM Bank BRI. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso mengungkapkan pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berpotensi meningkatkan aset perseroan dari Rp1.411 triliun menjadi Rp1.515 triliun.

"Pembentukan Holding Ultra Mikro akan berdampak antara lain kepada peningkatan total aset perseroan Rp1.411 triliun menjadi Rp1.515 triliun," jelas Sunarso dalam konferensi pers virtual usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021).

Menurut dia, total liabilitas BRI juga berpotensi meningkat dari Rp1.216 triliun menjadi Rp1.289 triliun, pendapatan meningkat dari Rp40 triliun menjadi Rp47 triliun, dan laba bersih BRI meningkat dari Rp7 triliun menjadi Rp8 triliun.

Sunarso memastikan Holding Ultra Mikro akan tetap mendorong kinerja Pegadaian dan PNM lebih kuat dalam peran pemberdayaan dan pembiayaan di sektor mikro.

PNM akan berperan di fase empowerment. Pinjaman kelompok yang disalurkan PNM selain bernilai sebagai pembiayaan, juga berfungsi dalam pemberian asistensi dan peningkatan kapabilitas.

Kemudian, di fase integration, BRI dan Pegadaian dapat membantu pelaku usaha di segmen tersebut dengan berbagai produk gadai maupun KUR.

Selanjutnya, pada tahap terakhir adalah pada fase upgrade, Holding Ultra Mikro memungkinkan pelaku usaha ultra mikro naik kelas menjadi nasabah Mikro BRI yang berbasis komersial.

"Proses dimaksud akan terjadi dalam satu ekosistem sehingga lebih efektif dan efisien. Pelaku UMKM akan mendapat manfaat dan nilai lebih baik dengan holding,” lanjut Sunarso.

Seperti yang sebelumnya diberitakan, pemegang saham BRI sepakat perseroan akan melakukan rights issue 28 miliar lembar saham dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebagai tambahan modal.