Ekonomi

Holding BUMN UMi Dinilai Beri Asupan Buat Ekonomi Wong Cilik

Holding BUMN Ultra Mikro dinilai sebagai keberpihakan langsung dari pemerintah untuk memperkokoh ekonomi wong cilik


Holding BUMN UMi Dinilai Beri Asupan Buat Ekonomi Wong Cilik
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi wong cilik (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai induk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk memperkuat ekosistem usaha UMi dinilai sebagai keberpihakan langsung dari pemerintah dalam memperkokoh ekonomi wong cilik.

Hal itu tak terlepas dari kehadiran Holding UMi yang akan memberikan manfaat secara langsung bagi pelaku usaha ultra mikro nasional. Bahkan Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun optimistis langkah strategis pemerintah melalui Kementerian BUMN tersebut, menjadi solusi keuangan pelaku usaha ultra mikro di masa pemulihan ekonomi di masa pandemi. 

Dalam keterangan resminya, Rabu(22/9/2021), keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat kecil secara langsung terlihat dari jasa layanan keuangan bagi pelaku usaha wong cilik yang menjadi lebih variatif, murah, cepat dan efisien dengan kehadiran Holding UMi. Terlebih, BRI adalah bank yang paling berkomitmen dalam pemberdayaan UMKM termasuk usaha UMi di dalamnya.

Dia menilai BRI memiliki cabang terbesar dibantu dengan berbagai agen laku pandai yang menjawab berbagai kebutuhan pelaku usaha di daerah bahkan di tingkat desa. PNM menurutnya memiliki model pembinaan berkelompok yang sangat baik untuk mendorong usaha baru bertahan dan berkembang.

Sementara itu, Pegadaian mampu menjadi solusi pembiayaan yang amat cepat bagi pelaku UMKM yang sudah mulai mampu memiliki agunan untuk gadai. Dia pun menyebut integrasi ini akan menjadi strategi yang cukup baik untuk membantu pelaku usaha wong cilik lepas dari jerat rentenir.

"Keunggulan-keunggulan ini yang diintegrasikan. Memang penggabungan menjadi sempurna. Ini bisa memberi opsi solusi keuangan yang lebih bervariasi. Pelaku usaha khususnya di agrikultur pun itu masih banyak sekali yang masih terjebak rente dan sistem ijon. Kalau ini bisa diatasi, maka upaya pengendalian harga pangan pun bisa lebih baik," katanya.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan saat ini optimisme di masyarakat kembali meningkat. Lantaran pemerintah banyak memberikan stimulus untuk mendongkrak ekonomi, ditambah vaksinasi yang lebih gencar dilakukan untuk menekan dampak lebih buruk dari pandemi. 

Hal itu, kata dia, membuat pelaku UMKM merasa cukup leluasa untuk kembali berusaha. Terlebih pemerintah pun mendorong pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi pada usahanya. 

"Memang perlu diakui masih belum banyak yang beradaptasi dengan digital. Dengan relaksasi mobilitas, tentunya optimisme sudah mulai kembali. Kami harap Holding UMi juga bisa lebih cepat menjawab kebutuhan modal kerja," tukasnya.[]