Ekonomi

Holding BUMN Ultra Mikro Akan Mempercepat Digitalisasi UMKM, Kok Bisa?

Pengamat Doddy Ariefianto menilai Holding BUMN Ultra Mikro dapat mendorong percepatan digitalisasi UMKM.


Holding BUMN Ultra Mikro Akan Mempercepat Digitalisasi UMKM, Kok Bisa?
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian jadi di sebuah usaha konveksi milik Enca di Curug, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menilai Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ultra Mikro dapat mendorong percepatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PNM ini adalah rencana yang sangat tepat. UMKM harus mampu bangkit secara cepat melalui adopsi digital yang lebih baik ke depannya," kata Doddy dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Ia menjelaskan holding antara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) ini akan mendorong pelaku usaha ke sistem pembiayaan formal.

Dengan pendampingan insentif oleh ketiga entitas, lanjut dia, pelaku usaha pun akan didorong untuk memanfaatkan berbagai inovasi digital banking yang berkembang saat ini, seperti e-commerce dan QRIS.

Saat ini, menurut Doddy, percepatan digitalisasi menjadi faktor krusial bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang karena dapat mendorong permintaan pasar yang lebih besar sekaligus efisiensi bisnis.

"Sementara itu, pandemi COVID-19 yang belum berakhir hingga saat ini telah memukul kinerja pelaku mikro akibat penurunan permintaan dari masyarakat menyusul terbatasnya mobilitas dan aktivitas ekonomi. Karena itu, digitalisasi usaha di segmen tersebut perlu dipacu guna pemulihan kinerja," tutur Dody.

Sebelumnya, BRI mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui aksi korporasi rights issue dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak 28 miliar saham.

Dana hasil dari aksi korporasi itu akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan Holding BUMN ultra mikro yang dilakukan melalui penyertaan saham BRI dalam Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng pemerintah.

Lebih lanjut, Doddy pun menyampaikan digitalisasi pelaku usaha ultra mikro dan UMKM akan mengoptimalkan investasi teknologi informasi BRI, Pegadaian, dan PNM.