Rahmah

Hoki! Hampir Saja Abu Nawas Selamat dari Murka Sang Istri, Tapi Begini Nasibnya

Suatu malam yang larut, rupanya Abu Nawas belum pulang ke rumah, sang istri sudah menunggu Abu Nawas dengan memegang sebatang tongkat pemukul.


Hoki! Hampir Saja Abu Nawas Selamat dari Murka Sang Istri, Tapi Begini Nasibnya
Ilustrasi pencuri yang ditangkap Abu Nawas (freepik.com)

AKURAT.CO  Abu Nawas mempunyai kebiasaan kurang baik yaitu pulang pada larut malam. Hal tersebut tentu saja membuat istrinya jengkel. Istrinya menilai jika yang dilakukan Abu Nawas sudah sangat kelewatan. Sang istri merasa cemburu dan akhirnya ia membuat rencana untuk memberikan hukuman kepada Abu Nawas. Ternyata istrinya berencana mengerjai Abu Nawas untuk membuatnya jera.

Suatu malam yang larut, rupanya Abu Nawas belum pulang ke rumah, sang istri sudah menunggu Abu Nawas dengan memegang sebatang tongkat pemukul. Ia berencana menjebak Abu Nawas dengan berpura-pura mengiranya sebagai pencuri lalu memukulnya.

Waktu sudah semakin larut, Abu Nawas juga belum pulang. Sang istri yang sudah merasa sangat mengantuk tiba-tiba dikejutkan dengan suara yang datang dari balik jendela rumahnya. Sang istri yang sudah siaga dengan tongkat pemukulnya mengira yang datang adalah suaminya Abu Nawas. Ia langsung bergegas mendekati jendela dan bersiap untuk memukul. Kala itu keadaan di ruumah Abu Nawas sangat gelap, istrinya sengaja mematikan semua lentera demi melancarkan rencananya itu. 

Tiba-tiba dari jendela masuk seorang laki-laki. Tanpa membuang kesempatan, sang istri langsung melayangkan pukulannya ke arah orang tersebut. Karena keadaan sedang gelap, Ia mengira itu adalah suaminya Abu Nawas ia terus memukul dengan membabi buta hingga orang tersebut jatuh tersungkur tidak berdaya dan memohon ampun padanya.

"Ampun... Ampun...," ujar orang tersebut.

Mendengar suara orang itu, membaut istri Abu Nawas sangat kaget. Ia langsung menyadari jika suara itu bukanlah suara Abu Nawas. Orang yang baru dipukul tersebut terkulai lemah tak berdaya di lantai. Istri Abu Nawas kemudian menghidupkan lentera, maka jelaslah tampak jika orang tersebut bukanlah suaminya, melainkan orang lain yang hendak mencuri di rumahnya. Sontak istri Abu Nawas berteriak tidak karuan meminta tolong,

"Pencuri,...pencuri,...tolong...toloong..." teriaknya.

Spontan warga sekitar langsung terbangun dan menuju rumah Abu Nawas dengan cepat. Mereka kaget melihat pencuri tersebut yang sudah terkapar tidak berdaya dihajar oleh istri Abu Nawas, mereka kemudian langsung meringkusnya.

"Maaf, saya tidak bermaksud menyakitinya, apalagi sampai separah itu. Ini karena saya keliru," kata istri Abu Nawas kepada warga yang datang.

"Keliru bagaimana?" tanya salah seorang warga.

"Tadi, ia masuk melalui jendela, saya kira itu suami saya yang baru pulang berpesta dengan teman-temannya, makanya langsung saya gebuk," jelas istri Abu Nawas.

Tidak lama kemudian, Abu Nawas pun pulang. Ia kaget, wajahnya menjadi pucat melihat banyak orang di rumahnya. Ia langsung berlari mendekati kerumunan warga di rumahnya dan mengira telah terjadi sesuatu pada keluarganya.

Seseorang kemudian menceritakan kepadanya. Wajahnya yang semula pucat berubah tersenyum. Ia kemudian berkata,

"Untung saja aku pulang lebih telat lagi, kalau tidak aku yang akan mengalami kejadian seperti orang itu,” kata Abu Nawas senang.[]