Lifestyle

Hobi Belanja Online? Wajib Tahu Hak yang Dimiliki Konsumen

Belanja online memberi kemudahan ketika Pandemi covid-19


Hobi Belanja Online? Wajib Tahu Hak yang Dimiliki Konsumen
5 fitur di Tokopedia yang bantu pengguna bisa hemat belanja online (Tokopedia)

AKURAT.CO, Di masa pandemi virus corona seperti ini, belanja daring menjadi salah satu cara andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Namun, masih ada yang belum memahami apa saja hak konsumen saat belanja online

Staf Ahli Ketua Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Akmalia H Mursyidah menjelaskan hak dan kewajiban konsumen diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, atau sering disebut sebagai UUPK.

Hak konsumen tertuang dalam pasal 4 UUPK, mendapatkan keamanan, kenyamanan dan keselamatan saat mengonsumsi barang atau jasa serta mendapatkan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi barang dan jasa.

"Hak-hak fundamental konsumen, antara lain, mendapatkan keamanan dan kenyamanan," kata Akmalia dalam acara diskusi "Kenali Hak Konsumen dalam berbelanja Online" bersama Lazada Indonesia dan idEA, Selasa, (27/10/2020).

Konsumen juga berhak memilih barang/jasa, mendapatkan advokasi ketika ada sengketa, mendapatkan kompensasi atau ganti rugi jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.

Ketika terjadi perbedaan saat belanja daring, misal barang yang dibeli tidak sesuai dengan yang dipajang dalam iklan, konsumen bisa menghubungu toko tersebut untuk pengembalian dana atau jika berbelanja di marketplace online, bisa mencari bantuan di pusat aduan konsumen (customer care).

Jika sudah melapor ke penyedia platform dagang, namun masalah masih belom teratasi, konsumen bisa melapor ke BPKN.

Aduan dari masyarakat ke BPKN mengenai perselisihan saat belanja daring meningkat selama pandemi virus corona, meski tidak disebutkan berapa besar pertambahannya, menurut Akmalia, paling banyak mengenai phishing, penyalahgunaan akun dan pengembalian dana (refund).

Sejak 2017 hingga 9 Oktober 2020, BPKN mendapatkan total 3.535 aduan, sebanyak 304 laporan tentang e-commerce. Aduan konsumen terbanyak saat ini berasal dari sektor properti, yaitu 2.464 aduan.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu