News

HNW Dorong Pengusutan Kasus Penyerangan Tokoh Agama

HNW mendorong dibentuknya Panitia Khusus DPR RI untuk menyelidiki teror penyerangan ulama dan penodaan simbol agama yang terus terjadi di Indonesia.


HNW Dorong Pengusutan Kasus Penyerangan Tokoh Agama
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendorong dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk menyelidiki teror penyerangan ulama dan penodaan simbol agama yang terus terjadi di Indonesia.

HNW menilai, pembentukan Pansus yang melibatkan Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan dan Komisi III yang membidangi urusan hukum merupakan langkah yang perlu diambil.

"Hal ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat dan tokoh Agama, terkait rangkaian peristiwa semacam itu yang terus terjadi," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

HNW juga menambahkan, tujuan dari pembentukan Pansus agar DPR benar-benar melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Konstitusi, yaitu melindungi seluruh Rakyat Indonesia, termasuk tokoh dan simbol agama.

“Pansus itu dibutuhkan dalam rangka DPR laksanakan amanat rakyat, serta hak pengawasan terhadap eksekutif dalam kewajiban penegakan hukum dan perlindungan terhadap Rakyat termasuk para Tokoh Agama, sseperti  ulama/ustadz dan simbol agama," tegasnya.

"Bagaimana menghentikannya, dan apa solusinya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Itu yang penting kita selesaikan bersama di DPR, sebagai realisasi laksanakan Amanat sebagai Wakil Rakyat,” sambungnya.

HNW menilai penyerangan terhadap ulama dan penodaan simbol agama yang terus terjadi sebagai peristiwa yang ganjil. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi di negara yang telah  mendeklarasikan diri sebagai negeri hukum,  mayoritas mutlak penduduk dan pejabatnya beragama Islam.

HNW mengatakan penembakan atau penyerangan terhadap tokoh agama tersebut bukan yang pertama kali. Melainkan telah berulang kali terjadi selama dua tahun terakhir.

“Ini yang harus diselidiki secara komprehensif terkait motif dan pengetrapan hukum dari peristiwa-peristiwa yang meresahkan Warga dan Umat. Apalagi, pelaku penyerang Ustaz di Batam di bulan September ini, saat diperiksa oleh Polisi, menyatakan dirinya sebagai Komunis,” jelasnya.

HNW mengingatkan umat dan para tokoh agama untuk makin waspada, tapi jangan sampai terprovokasi. Karenanya diperlukan  penegakan hukum melalui aturan hukum yang khusus (lex specialis).

Selain itu, HNW menuturkan, fenomena berulangnya  kasus ini juga harus diselidiki secara mendalam. Tak terkecuali, kasus terakhir penembakan seorang Ustadz di Tangerang dan penyerangan Ustadz di Batam.

“Memang ada pelaku yang diproses secara hukum dan divonis pengadilan, tapi vonis tidak memberikan efek jera. Apalagi beberapa kasus dihentikan karena pelaku dinyatakan mengalami gangguan jiwa. Tapi pengakuan penyerang Ustadz di Batam bahwa dirinya Komunis,” pungkasnya.[]