Ekonomi

HK Grup Kebut Proyek Tol Indralaya - Prabumulih

Hutama Karya grup kebut proyek Jalan Tol Indralaya- Prabumulih dalam rangka percepat pembangunan koridor pendukung di sepanjang JTTS


HK Grup Kebut Proyek Tol Indralaya - Prabumulih
Foto udara pembangunan proyek jalan tol trans-Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Kamis (3/9/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

AKURAT.CO, Dalam rangka mempercepat pembangunan koridor pendukung (feeder) di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama dengan anak perusahaannya yakni PT HK Infrastruktur (HKI) dan PT Hakaaston (HKA) tengah fokus menyelesaikan konstruksi Tol Indralaya - Prabumulih sepanjang 65 Km. Tol Indralaya - Prabumulih merupakan bagian dari ruas Sp.

Indralaya - Muara Enim sepanjang (119 Km) yang juga termasuk ke dalam koridor pendukung JTTS yakni ruas Palembang - Bengkulu sepanjang 330 Km.

Direktur Operasi I Hutama Karya Suroto menyampaikan bahwa tol yang pembangunan konstruksinya dimulai sejak pertengahan tahun 2020 lalu, saat ini progresnya cukup signifikan. Tol Indralaya - Prabumulih sepanjang 65 Km terbagi menjadi 6 zona dimana saat ini konstruksinya berada di zona I hingga III dengan total konstruksi yakni 30 persen. Adapun zona IV hingga zona VI masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres keseluruhan mencapai 44%.

"Kami berharap tol yang merupakan perluasan dari Tol Palembang- Indralaya ini dapat rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan, tentunya dengan dukungan yang baik dari seluruh pihak terkait dalam pembangunan tol ini.” tutur Suroto dalam keterangan resminya, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut, Suroto menyampaikan bahwa dalam pembangunan Tol Indralaya - Prabumulih, Hutama Karya bersinergi dengan anak perusahaannya yakni PT HK Infrastruktur (HKI) selaku kontraktor dan PT Hakaaston (HKA) selaku penyuplai kebutuhan aspal dan beton.

Direktur Utama HKA Dindin Solakhuddin menyampaikan bahwa tak hanya fokus mencapai target. Namun HKA juga memperhatikan segi kualitas penggunaan aspal yang baik dalam pembangunan tol tersebut.

“Kami selaku penyedia aspal dan beton di sepanjang Tol Indralaya - Prabumulih sangat memperhatikan kualitas aspal yang digunakan. Aspal yang kami gunakan sesuai dengan spesifikasi yakni penetrasi 60/70 berdasarkan ketentuan RSNI S-01-2004 yang dinilai memiliki properti serta kinerja sangat baik dengan struktur reologi handal. Dengan kualitas tersebut, kami harapkan dapat menunjang ketahanan aspal dalam jangka waktu yang lama setelah tol mulai dioperasikan nanti.” jelas Dindin.

Hingga saat ini, proses pengaspalan Tol Indralaya- Prabumulih berada pada zona I hingga zona III dengan presentasi 1,5 persen atau sebanyak 5.866 ton, dari total kebutuhan aspal untuk ketiga zona tersebut yakni 401.055 ton.

“Saat ini, kami memiliki jumlah produksi aspal rata-rata 190 ton perhari untuk pembangunan Tol Indralaya - Prabumulih. Demi memenuhi kebutuhan produksi aspal yang kian meningkat, kami akan menyiapkan minimal 4 unit AMP (Asphaltt Mixing Plant) dengan total kapasitas 94.000 ton perbulan. Dari keempat unit tersebut, 2 unit AMP akan berlokasi di Musi 2 Palembang dan sisanya berlokasi di Sejaro Sakti Indralaya serta Prabumulih. Meski masih situasi pandemi, kami memastikan keseluruhan pekerjaan di lapangan telah menerapkan prokes Covid-19 yang ketat sehingga kami harapkan proses pengaspalan dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan," papar Dindin.