Lifestyle

Mengenal Hipertensi, Penyebab Kedua Gagal Ginjal

Hipertensi yang tidak terkontrol menyebabkan arteri di sekitar ginjal. Inilah penyebab utama kedua gagal ginjal

Mengenal Hipertensi, Penyebab Kedua Gagal Ginjal
Ilustrasi ginjal (Akurat.Co)

AKURAT.CO  Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Biasanya orang mengidap hipertensi didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki tekanan darah di atas 140/90, dan dianggap parah jika tekanan di atas 180/120.

Hipertensi kondisi yang serius, apalagi jika tidak terkontrol. Ada banyak risiko penyakit berbahaya yang mengingat, antara lain yakni jantung, stroke hingga gagal ginjal kronik.

"Hipertensi berbahaya ujung-ujungnya bisa merusak organ, sasaran otak jadi stroke, pembuluh darah menjadi jantung, ginjal menjadi gagal ginjal, jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi sekaligus Sekjen dari InaSH, dr. Djoko Wibisono, Sp.PD-KGH dalam virtual conference, Jumat 18 Februari 2022.

baca juga:

Seperti diketahui, ginjal berfungsi membantu menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah, dan mereka menggunakan banyak pembuluh darah selama proses penyaringan tersebut. 

Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan arteri di sekitar ginjal menyempit, melemah, atau mengeras. Arteri yang rusak ini, tidak mampu memberikan cukup darah ke jaringan ginjal. 

Bahkan ketika arteri menjadi rusak, nefron yang menyaring darah tidak menerima oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan, agar berfungsi dengan baik. 

Inilah sebabnya tekanan darah tinggi atau hipertensi, adalah penyebab utama kedua gagal ginjal.

"Mengendalikan tekanan darah penting untuk menghindari kerusakan organ seperti stroke, kebutaan di mata, serangan jantung, ginjal kronik, pengendalian tekanan darah ini penting," jelasnya.

Djoko menambahkan, orang yang mengidap penyakit ginjal karena hipertensi, sering tidak merasakan gejala. 

"Tahap pertama tidak ada gejala, ketika dicek urine ada darah atau protein dalam urine. Adanya protein di urine secara menetap adalah tanda kerusakan ginjal," sambungnya.

Oleh karena itu, Djoko mengatakan bahwa obat hipertensi atau obat pengontrol tekanan darah harus diminum, bahkan obat ini bahkan aman bagi Ginjal dan mencegah terjadinya gagal ginjal. 

"Minum obat hipertensi jangan diputus, agar tekanan darah terkendali. Obat hipertensi tidak merusak ginjal," tambahnya.

Oleh karena itu, Djoko mengatakan, seseorang harus rajin melakukan medical check-up terutama memeriksa kandungan urin sekaligus tekanan darah, agar penyakit gagal ginjal dan hipertensi bisa terkontrol.