Ekonomi

Hingga September 2021, Penyaluran BPUM Mencapai 99,2 persen

Kemenkop UKM sebut penyaluran BPUM sampai September 2021 ini telah mencapai Rp. 15,24 triliun kepada 12,7 juta dari sasaran 12,8  pelaku usaha mikro.


Hingga September 2021, Penyaluran BPUM Mencapai 99,2 persen
Bantuan sosial dari Kementerian Sosial kepada warga miskin dan rentan miskin yang memiliki usaha (pixabay.com)

AKURAT.CO Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya menyampaikan bahwasanya penyaluran BPUM sampai September 2021 ini telah mencapai Rp15,24 triliun kepada 12,7 juta dari sasaran 12,8  pelaku usaha mikro.

"Itu artinya realisasinya telah mencapai 99,2 persen.  Sehingga, hanya tinggal 100 ribu saja pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan BPUM 2021, yang ditargetkan tersalur 100 persen pada akhir September 2021," ucapnya pada saat  pembukaan Monitoring dan Evaluasi serta Koordinasi Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021, Kamis (9/9/2021). 

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa BPUM tahun 2021 terbagi menjadi dua tahap, tahap pertama telah terealisasi 100 persen pada Juli 2021 kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun. Sedangkan tahap kedua hingga September 2021 telah terealisasi sebesar Rp3,4 triliun untuk 2,9 juta pelaku usaha mikro yang telah di SK-kan hingga SK ke-23. 

“Sehingga, total realisasi BPUM 2021 per September ini berjumlah Rp15,24 triliun yang diberikan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro. Proses penyaluran ditargetkan selesai pada akhir September 2021,” ucapnya. 

Eddy mengatakan terdapat perbedaan antara penyaluran BPUM pada tahun 2020 dengan tahun 2021, terutama mengenai Lembaga Pengusulnya.

"Pada 2020, terdapat lima lembaga pengusul BPUM sedangkan pada 2021, data usulan penerima BPUM hanya berasal dari Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM," ucapnua.

Usulannya dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota  kemudian dikirim ke Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di tingkat Provinsi untuk ditelaah dan selanjutnya dikirim ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk diverifikasi.  

Tak sampai disitu, Eddy juga menyampaikan apreasiasi atas peran Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah yang menjadi salah satu pendorong suksesnya Program BPUM. 

"Oleh karna itu kami meminta agar koordinasi antar lembaga bisa terus berlanjut sehingga program ini dapat dijalankan secara akuntabel dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui tangguh dan bertahannya usaha mikro yang merupakan populasi usaha terbesar di Indonesia," ucapnya.