Ekonomi

Hingga 2021, LMAN Telah Kelola 288 Aset Properti

LMAN: dari jumlah tersebut, 70 aset properti berhasil dioptimalkan, dan 14 aset diantaranya digunakan untuk mendukung industri kreatif dan UMKM


Hingga 2021, LMAN Telah Kelola 288 Aset Properti
Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) (Dokumentasi: Istimewa)

AKURAT.CO, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melaporkan telah mengelola sebanyak 288 aset negara hingga 2021. Aset tersebut dalam bentuk properti yang sebagian besar terletak di Jakarta.

Selain itu terdapat pula dua aset kilang di Bontang dan Lhokseumawe serta satu aset kawasan berupa kawasan lapangan golf Ciperna, Jawa Barat. Aset kelolaan tersebut berada pada kondisi free and clear dan non-free and non-clear.

Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi dari jumlah tersebut, 70 aset properti berhasil dioptimalkan, dan 14 aset diantaranya digunakan untuk mendukung industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), seperti aset Dhanadyaksa Dipati Ukur di Bandung, aset di jalan Gereja Ayam Jakarta dan aset di Jalan Kolonel Sugiono Medan.

baca juga:

“Kinerja 2021 difokuskan pada perolehan manfaat, baik finansial, ekonomi dan sosial. Pemanfaatan aset negara dan juga pendanaan pengadaan lahan PSN harus dipastikan memiliki nilai tambah dengan manfaat terukur guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.” Jelasnya, Selasa (25/1/2022).

Sedangkan untuk pendanaan pengadaan lahan pembangunan PSN di tahun 2021 mengalami peningkatan 14,54 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Jalan tol menjadi sektor dengan pendanaan lahan tertinggi yang mencapai Rp17,87 triliun, disusul oleh bendungan, jalur kereta api, pelabuhan dan irigasi.

Realisasi proyek  jalan tol tertinggi adalah ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dengan angka Rp3,12 triliun, diikuti oleh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sejumlah Rp2,77 triliun, Yogyakarta-Solo-NYIA Kulonprogo sejumlah Rp2,15 triliun, Cinere-Jagorawi sejumlah Rp1,21 triliun dan Jakarta-Cikampek II sisi selatan sejumlah Rp1,01 triliun.

Selanjutnya untuk proyek non jalan tol, Bendungan Bener merupakan proyek dengan realisasi pendanaan lahan tertinggi yang mencapai Rp839,5 miliar.

Di tahun 2022, alokasi pendanaan lahan tercatat senilai Rp28,84 triliun, dengan sektor terbesar yaitu jalan tol senilai Rp24,08 triliun, sumber daya air senilai Rp4,45 triliun dan pelabuhan  senilai Rp297 miliar.

Ke depan, optimalisasi aset negara akan diperkuat melalui peningkatan target PNBP, inovasi platform layanan kerjasama optimalisasi aset negara melalui brand AESIA, peningkatan perwujudan optimalisasi aset melalui berbagai manfaat ekonomi sosial, serta perluasan dan penguatan potensi kerjasama melalui skema arranger, yang akan membuka peluang bagi investor swasta untuk turut serta berkolaborasi dalam optimalisasi aset negara.[]