Ekonomi

Hingga 17 September Realisasi PEN Capai Rp395,92 Triliun, Ini Rinciannya!

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 17 September 2021 sebesar Rp 395,92 triliun


Hingga 17 September Realisasi PEN Capai Rp395,92 Triliun, Ini Rinciannya!
Menteri Keuangan Sri Mulyani bahas realisasi anggaran PEN di Jakarta, Senin (16/8/2021). (Kemenkeu)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 17 September 2021 sebesar Rp 395,92 triliun atau 53,2% dari pagu Rp 744,77 triliun.

“Realisasi PEN 2021 sampai dengan 17 September 2021 mencapai Rp395,92 triliun, katanya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Secara rinci, realisasi PEN untuk sektor kesehatan telah mencapai Rp97,28 triliun atau 45,3% dari pagu Rp214,96 triliun. Sedangkan realisasi sampai kuartal II 202 mencapai Rp74,71 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk sejumlah kegiatan yaitu pembangunan rumah sakit darurat Asrama Haji Pondok Gede, pembagian Paket obat untuk masyarakat serta biaya perawatan untuk 477.440 pasien.

Dana di bidang kesehatan juga digunakan untuk insentif bagi 1,07 juta tenaga kesehatan (nakes) pusat dan santunan kematian untuk 397 nakes pengadaan 105 juta dosis vaksin serta bantuan iuran JKN untuk 29,29 juta orang.

“Alokasi bidang kesehatan terutama untuk berbagai belanja pada Juli dan Agustus kami melakukan belanja yang extraordinary seperti membangun RS Darurat mengkonversi asrama Haji dan berbagai tambahan isolasi terpusat yang dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Untuk realisasi program perlindungan sosial tercatat sudah mencapai Rp112,87 triliun atau 60,5% dari pagu Rp186,64 triliun. Dukungan UMKM dan korporasi terealisasi sebesar Rp68,35 triliun atau 42,1% dari pagu Rp162,4 triliun.

Kemudian program prioritas realisasinya Rp59,51 triliun atau 50,5% dari pagu Rp117,94 triliun, namun perlu diakselerasi untuk program-program yang belum dieksekusi. Sedangkan insentif usaha terealisasi Rp57,92 triliun atau 92,2 persen dari pagu Rp62,83 triliun.  

"Insentif usaha sudah sangat baik karena kita belajar dari tahun lalu. Jadi pelaksanaannya jauh lebih bagus, identifikasi perusahaannya juga lebih baik. Dan kita terus merespons kalau ada permintaan atau suara dari pengusaha dari kondisi usaha mereka," tambahnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Pemerintah menyatakan mempercepat realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebagai salah satu instrumen utama untuk mendorong pemulihan ekonomi dan penanganan dampak pandemi.

Per 6 Agustus 2021, realisasi anggaran PEN telah mencapai Rp320,38 triliun, atau 43% dari pagu anggaran sebesar Rp744,75 triliun. Dalam APBN 2021 Pemerintah mengalokasikan anggaran Program PEN dalam sebesar Rp699,43 triliun, lebih tinggi dibandingkan alokasi pada 2020 sebesar Rp695,2 triliun.

Untuk memberikan tambahan dukungan penanganan kesehatan dan perlindungan sosial di tengah peningkatan kasus Covid-19, pemerintah kemudian memperbesar anggaran Program PEN 2021 menjadi Rp744,75 triliun. Penguatan pagu anggaran PEN sebesar hampir Rp50 triliun tersebut diharapkan akan menjadi pondasi kuat dalam mendukung pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran PEN untuk menstimulasi usaha rakyat, memberikan perlindungan sosial, penanganan kesehatan, sekaligus mencegah potensi perlambatan ekonomi di kuartal 3 dan 4 tahun 2021. Itu semua adalah proteksi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate lewat keterangannya, Minggu (15/8/2021).

Hingga 6 Agustus 2021, penyerapan anggaran PEN tertinggi terdapat di klaster perlindungan sosial, yakni mencapai Rp94,79 triliun, atau 50,8% dari total pagu Rp186,64 triliun. Program-program yang termasuk dalam klaster perlindungan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bansos Tunai Non-Jabodetabek, Bansos Sembako Jabodetabek, Logistik/Pangan/Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, dan Diskon Listrik.[]