News

Hindari Wajib Militer, Warga Rusia Berbondong-bondong Kabur ke Negara Tetangga

Antrean mengular di lintas perbatasan sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial pada Rabu (21/9).


Hindari Wajib Militer, Warga Rusia Berbondong-bondong Kabur ke Negara Tetangga
Berbagi perbatasan sepanjang 1.300 km dengan Rusia, Finlandia melaporkan terjadi lonjakan arus masuk kendaraan dalam semalam. (AFP)

AKURAT.CO Para pria Rusia berusaha kabur dari Tanah Airnya demi menghindari wajib militer untuk perang Ukraina.

Dilansir dari BBC, antrean mengular di lintas perbatasan sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial pada Rabu (21/9). Dengan mobilisasi ini, 300 ribu orang akan dipanggil untuk berperang.

Menurut Kremlin, laporan soal para pria yang melarikan diri ini terlalu dibesar-besarkan. Namun, di perbatasan dengan Georgia, antrean kendaraan mengular bermil-mil, termasuk mereka yang mencoba kabur dari perang. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan sepeda untuk melewati barisan mobil dan menghindari larangan menyeberang dengan berjalan kaki.

baca juga:

Salah satu dari pria itu, yang enggan disebutkan namanya, mengaku telah mengantre sejak pukul 09.00 waktu setempat pada Kamis (22/9). Ia akhirnya berhasil menyeberang pada larut malam.

Seorang pria lainnya mengatakan mengantre 12 jam. Ia juga mengakui kalau mobilisasi parsial adalah alasannya untuk meninggalkan Rusia demi melanjutkan studinya.

Georgia menjadi salah satu dari segelintir negara tetangga yang dapat dimasuki warga Rusia tanpa perlu mengajukan visa. Finlandia berbagi perbatasan sepanjang 1.300 km dengan Rusia, tetapi memerlukan visa perjalanan. Meski begitu, negara itu juga melaporkan peningkatan arus dalam semalam. Meski begitu, kepadatannya masih dapat ditangani.

Destinasi lain yang dapat dicapai melalui udara, seperti Istanbul, Beograd, atau Dubai, harga tiketnya melambung begitu wajib militer diumumkan. Beberapa tujuan pun telah ludes terjual. Menurut laporan media Turki, terjadi lonjakan besar dalam penjualan tiket sekali jalan, sementara penerbangan yang tersisa menuju tujuan non-visa dapat menelan biaya ribuan euro.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Feaser memberi isyarat akan menerima warga Rusia yang melarikan diri dari wajib militer. Menurut pernyataannya pada Kamis (22/9), pembelot yang terancam 'penindasan berat' akan menerima perlindungan sesuai kasus per kasus setelah pemeriksaan keamanan.

Sebaliknya, Lituania, Latvia, Estonia, dan Republik Ceko tak akan menawarkan perlindungan bagi warga Rusia yang melarikan diri.