Lifestyle

Hindari Risiko Penyakit Jantung dan Stroke, Yuk Jaga Kadar Kolesterol Selama Lebaran

Kamu harus berhati-hati dan selalu menjaga asupan makanan selama Lebaran agar tidak terjadi lonjakan kolesterol.

Hindari Risiko Penyakit Jantung dan Stroke, Yuk Jaga Kadar Kolesterol Selama Lebaran
Opor Ayam || Tips menjaga kadar kolesterol tetap normal selama Lebaran untuk cegah risiko penyakit jantung dan stroke (Instagram/ @liwetnyonyalady)

AKURAT.CO Perayaan Lebaran kerap disertai dengan beragam hidangan lezat seperti opor dan rendang. Sayangnya, asupan makanan selama Lebaran sering tidak terjaga sehingga menyebabkan lonjakan kadar kolesterol, yang berisiko menimbulkan serangan jantung dan stroke.

Kondisi ini bisa diperparah jika selama berpuasa, kamu kerap makanan rendah nutrisi saat sahur maupun berbuka puasa, serta tidak aktif bergerak/berolahraga. 

 “Konsumsi makanan tinggi kolesterol, contohnya daging berlemak, jeroan, dan makanan tinggi lemak jenuh, seperti kue kering, cake, hidangan bersantan dan digoreng memang bisa memicu lonjakan kolesterol," kata dr. Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi klinis di RS Siloam Kebon Jeruk dalam keterangan resminya kepada AKURAT.CO, Jumat (29/4/2022). 

baca juga:

Hal-hal semacam ini dapat menyebabkan timbulnya dislipidemia, yang mendukung terjadinya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke," ujarnya. 

Melansir Healthline, dislipidemia mengacu pada tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid (lemak) dalam darah.

Dokter Sheena lebih lanjut menjelaskan bahwa lonjakan kolesterol ini dapat dicegah dengan mengonsumsi plant stanol ester secara rutin. National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III) merekomendasikan plant stanol ester sebanyak dua gram per hari untuk menurunkan kadar low-density lipoprotein (LDL), atau lebih dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Beberapa penelitian menyebutkan plant stanol ester dapat menurunkan kadar LDL hingga 11 persen.

Molekul plant stanol ester yang mirip dengan kolesterol akan menggantikan posisi kolesterol di dalam usus. Ini akan menyebabkan lebih sedikit kolesterol yang diserap. Selain itu, peningkatan konsentrasi plant stanol di dalam enterosit juga mengaktifkan pembuangan kolesterol kembali ke lumen usus. 

Kamu bisa mendapatkan plant stanol ester dari minyak nabati, gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Karena bersumber dari makanan alami, maka tidak ada efek kelebihan dosis. Plant stanol ester juga relatif aman dan efektif dikonsumsi lansia. 

“Terdapat penelitian mengenai pemberian minuman susu yang diperkaya plant stanol ester, menunjukkan bahwa kondisi saluran cerna lansia berfungsi secara optimal dalam menyerap plant stanol ester, karena ketersediaan zat tersebut setelah mencapai usus cukup tinggi, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menurunkan kolesterol bagi lansia,” papar Dokter Sheena.