Ekonomi

Hindari Penyalahgunaan, ATSI Beberkan 3 Tips Hindari Pencurian Data Pribadi


Hindari Penyalahgunaan, ATSI Beberkan 3 Tips Hindari Pencurian Data Pribadi
Konferensi pers terkait pembobolan rekening bank melalui pergantian SIM Card dan isu-isu terkait Perlindungan Data Pribadi. (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Baru-baru ini dilaporkan salah satu rekening bank Common Wealth milik wartawan senior, Ilham Bintang dibobol oleh pencuri.

Modus pembobolan rekening ini dilakukan lewat "pembajakan" kartu Subscriber Identity Module (SIM) Indosat milik wartawan tersebut.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Jendral Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir menyatakan masyarakat harus berhati-hati dengan informasi personel terutama KTP.

"Saat ini masyarakat perlu berhati-hati dengan Informasi personal mereka, bisa jadi identitas kalian dipakai oleh pelaku untuk melakukan tindak kejahatan," ucapnya ketika ditemui di Kominfo, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Oleh karena itu, Marwan beberkan beberapa tips aman agar dapat menghindari kejadian pembajakan identitas.

1. Jangan Sembarangan Kasih Foto KTP atau Info Soal Data Pribadi.

Marwan menjelaskan selain mengatur seluruh data di HP dan media sosial ke mode privacy, hindari juga web, sms, atau telepon yang ingin minta data KTP atau pribadi bisa jadi itu phissing (penipuan).

Kalau tak jelas asal-usulnya segera urungkan niat memberikan nomor identitas KTP. Lalu jangan umbar foto lalu diupload kemana-mana, sangat rentan disalahgunakan.

2. Jangan Pernah Memberikan Informasi Rahasia Seperti OTP

Jangan pernah memberikan informasi rahasia seperti OTP, PIN, tiga digit nomorCard Verification Value (CVV)/ Card Verification Code (CVC) maupun tanggal kadaluarsa kartu yang tertera pada bagian belakang kartu kredit dan debit. 

Ingat nomor tersebut. Jangan mencatatnya pada sembarang tempat atau menyimpannya di dompet dan selularmu. 

Petugas bank atau lainnya tidak pernah menghubungi pelanggannya untuk meminta informasi rahasia tersebut kapanpun, dan dengan keadaan/ alasan apapun.

3. Pasang Privasi di Data Sensitif

Marwan mengungkapkan dalam pembobolan tersebut pelaku akan mencari tahu informasi dari korban sebelum melakukan pembajakan SIM.

Untuk itu untuk data yang bersifat personal yang ada di handphone maupun di media sosial harus diatur dalam mode privacy 

"Mereka bisa tau info yang dibutuhkan lewat media sosial atau melacaknya lewat handphone. Untuk itu usahakan atur semua itu secara privacy," imbuhnya.

Dengan begitu, pelaku akan sulit mendapatkan info yang dibutuhkan.[]