Lifestyle

Hindari Minuman Bersoda Saat Hamil, Ini Efek Sampingnya

Idealnya, ibu hamil harus mengkonsumsi susu, jus buah, milkshake dll dan menghindari semua bentuk soda, minuman dingin, minuman berkafein dan berenergi.


Hindari Minuman Bersoda Saat Hamil, Ini Efek Sampingnya
Ilustrasi - Efek samping minuman bersoda untuk ibu hamil (FREEPIK)

AKURAT.CO, Kebanyakan ibu hamil menyadari bahwa alkohol akan merusak pertumbuhan janin dalam kandungannya. Oleh sebab itu, mereka menggantinya dengan minuman bersoda yang dingin selama kehamilan.

Idealnya, ibu hamil harus mengkonsumsi susu, jus buah, milkshake dll dan menghindari semua bentuk soda, minuman dingin, minuman berkafein dan berenergi. Aman jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, meskipun mungkin bukan pilihan terbaik. 

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa efek samping dari konsumsi minuman bersoda secara teratur selama kehamilan, dilansir dari Parenting, First Cry, Selasa, (9/10/2021): 

Efek samping kafein

Kebanyakan cola mengandung kafein. Adapun kafein dapat diserap ke dalam darah dengan cepat dan bisa sampai ke janin melalui plasenta.  Kafein memengaruhi sistem saraf pusat dan kelenjar adrenal sambil tetap berada dalam sistem peredaran darah selama sekitar 11 jam. Sementara bayi yang belum lahir berjuang untuk memecah zat beracun ini. Kafein bersifat diuretik dan juga menyebabkan dehidrasi.

Batas mutlak yang direkomendasikan untuk wanita hamil tidak boleh melebihi 200mg kafein per hari. Selain mempengaruhi tidur, asupan kafein melebihi 300mg dapat menyebabkan keguguran. Lebih dari 500mg kafein sehari dapat menyebabkan detak jantung kronis tinggi dan tingkat pernapasan dan mulas pada bayi. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari minuman bersoda, kopi, coklat, brownies dan apapun yang mengandung kafein tinggi. 

Efek samping pemanis dan pengawet buatan

Minuman bersoda biasanya mengandung zat pewarna, pengawet, pemanis. Mirisnya, ini semua  tidak sehat dan terlebih lagi pada kehamilan. 

Asupan gula dapat meningkatkan berat badan dan komplikasi. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan bayi. Lebih lanjut, studi pun menunjukkan bahwa ketika seorang calon ibu memiliki lebih banyak gula, terutama dari minuman manis, bayinya cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah dan memori verbal yang lebih buruk.

Mengonsumsi minuman manis selama kehamilan juga dikaitkan dengan kemampuan motorik halus, visual, spasial dan visual-motor yang lebih buruk pada anak usia dini.

Sementara zat pewarna  dapat menyebabkan alergi pada bayi. Kehadiran sakarin yang dilarang dalam minuman ringan dapat menular ke bayi dan menumpuk di kandung kemih.

Efek samping minuman yang terlalu dingin

Perut ibu hamil peka terhadap suhu dan minuman dingin dapat menyebabkan perut dan pembuluh darah menyusut secara tiba-tiba. Efek samping dari kondisi ini adalah mengurangi nafsu makan, gangguan pencernaan, kejang perut dan keguguran dini. Selain itu, ini juga dapat menurunkan suplai makanan bayi yang belum lahir sehingga menyebabkan cacat bawaan

Efek samping air berkarbonasi

Cola dan minuman ringan lainnya memiliki gelembung karbon dioksida. Menjelang akhir kehamilan, kamu sangat sensitif, dan asam karbonat dapat menyebabkan mulas dan gangguan pencernaan yang parah, serta meningkatkan kadar asam selama hampir satu jam.[]