Lifestyle

Hindari Disfungsi Ereksi Pria Dengan Pola Makan Terbaik

Pola makan yang mendekati pola diet mediterania akan membantu pria agar terhindar dari disfungsi ereksi


Hindari Disfungsi Ereksi Pria Dengan Pola Makan Terbaik
Ilustrasi pola makan sehat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Studi dalam jurnal JAMA Network Open pada November lalu menyatakan, pria yang rutin mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan lemak tak jenuh, rendah daging dan produk susu berlemak yang merupakan ciri khas dari diet Mediterania memiliki risiko kecil disfungsi ereksi (DE) di masa depan.

Laman Insider pada Jumat, (4/12) melaporkan, dalam studi itu para peneliti melibatkan 21.469 pria yang berusia antara 40 - 75 tahun selama 16 tahun. Pada awal penelitian, tidak ada pria yang mengalami DE atau kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan DE, seperti stroke, diabetes, atau kanker testis.

Mereka diminta mengungkapkan pola makan mereka dan para peneliti menilai mereka berdasarkan seberapa dekat mereka mengikuti diet Mediterania.

baca juga:

Setelah menindaklanjuti para pria setiap empat tahun selama studi, para peneliti menemukan, pria yang mengikuti diet Mediterania paling kecil kemungkinannya untuk mengalami DE, dibandingkan dengan pria yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh.

Disfungsi ereksi atau DE, menurut pakar urologi di RS Asri, Nur Rasyid merupakan ketidakmampuan ereksi yang terjadi selama tiga bulan lebih dan terus menerus. Dia mengatakan, DE biasanya disebabkan antara lain penyakit diabetes, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal dan gaya hidup tak sehat.

Kondisi ini paling sering terjadi pada pria berusia di atas 70 tahun, tetapi semakin banyak pria muda yang melaporkan masalah ini. Para peneliti meyakini temuan ini dapat membantu pria yang lebih muda menentukan perubahan gaya hidup mana yang dapat membantu mereka menghindari DE.

Pada tahun 2019, pakar nutrisi di US News and World Report menyebut diet Mediterania sebagai pola makan terbaik karena sifatnya yang tidak membatasi dan manfaat kesehatannya.

Diet ini memungkinkan orang untuk makan berbagai macam makanan dalam jumlah sedang. Sementara makanan seperti biji-bijian, buah segar, salad, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan salmon adalah makanan pokok dan meningkatkan penurunan berat badan, kesehatan jantung, dan pencegahan diabetes.

Satu studi di bulan Februari lalu menemukan diet Mediterania dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi otak.

Selain itu, Mayo Clinic mencatat, karena diet ini berfokus pada lemak yang menyehatkan jantung, maka bisa juga menurunkan kolesterol jahat, penyebab utama penyakit jantung.[]

Sumber: Antara