News

Hindari Debt Collector, 5 Fakta Mencengangkan Pria Mati Hidup Lagi di Bogor

Hindari Debt Collector, 5 Fakta Mencengangkan Pria Mati Hidup Lagi di Bogor
Pria berinisial US (40) yang menghebohkan publik karena dikabarkan hidup kembali dari peti mati. (Twitter/recehtapisayng)

AKURAT.CO Pada Senin (14/11) lalu, publik digemparkan dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria hidup kembali dari peti mati. Orang-orang yang berada di sekelilingnya pun menjadi terheran-heran.

Pada cuplikan video lainnya, menunjukkan pria yang diketahui berinisial US (40) itu mendapatkan penanganan medis di RSUD Kota Bogor setelah diketahui masih hidup. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah US mengalami mati suri?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta terkait kejadian seorang pria yang hidup kembali ini.

baca juga:

1. Bukan Mati Suri

Mengutip Antaranews, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Ilham Chaidir menyampaikan bahwa pasien berinisial US yang sempat menghebohkan media sosial karena dikabarkan hidup kembali itu datang ke RSUD dalam keadaan sadar.

"Bukan (tidak datang menggunakan peti mati). Jadi dia (US) datang ke RSUD dalam keadaan penurunan kesadaran. Datang juga sudah sadar. Salah besar (pasien mengalami mati suri)," kata Ilham Chaidir.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin juga tidak menemukan fakta terjadinya mati suri atas kejadian yang dialami US. Hal tersebut karena US tidak bisa menunjukkan surat kematiannya. Kepolisian justru menemukan fakta lain setelah hasil pemeriksaan pada para saksi.

"Kami sudah menemukan fakta-fakta lain dari keterangan para saksi dan saat ini sedang dilakukan pendalaman, sedang konfirmasi antarsatu keterangan dengan keterangan lainnya," jelas Iman, mengutip ANTARA.

2. Menyusun drama kematian untuk hindari debt collector

Rekayasa mati suri yang dilakukan oleh US dan istrinya pun terbongkar. Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanudin menjelaskan bahwa motif US diduga karena keluarganya terlilit utang dan ditagih oleh debt collector.

"Berdasarkan dialog antara istri saudara US dengan driver ambulans, menyatakan bahwa istrinya mengeluh karena sedang dihadapkan dengan utang yang melilit keluarganya dan banyak yang menagih," jelas Iman ketika diwawancara ANTARA, Rabu (16/11).

3. Peti jenazah tidak diterbangkan dari Semarang

Sebelumnya ramai beredar kabar bahwa peti jenazah US diterbangkan dari Semarang, Jawa Tengah. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh AKBP Iman Imanudin berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Bogor.

Sopir ambulans yang diperiksa oleh pihak penyidik mengatakan bahwa US sengaja memesan peti mati kosong bersama istrinya. US mengaku membeli peti mati karena ada saudaranya yang meninggal di Rancabugur.

"Tidak ada perjalanan dari Semarang ke Jakarta, yang benar yaitu saudara US bersama istri dan anaknya dijemput dari suatu tempat di wilayah Jakarta Selatan dalam keadaan sehat," kata Iman kepada ANTARA.

US berangkat menggunakan ambulans sewaan dari Radio Dalam, Jakarta Selatan menuju Perumahan Ambar Telaga Residence 2, Rancabungur, Kabupaten Bogor. Saat perjalanan, mereka sempat berhenti di rest area Cibubur. Sopir ambulans sempat curiga, karena ketika hendak melanjutkan perjalanan, tidak ada US dan hanya ada istrinya. Istrinya mengaku kepada sang sopir bahwa US telah berada di dalam ambulans.

4. Tidak bisa menunjukkan surat kematian dari rumah sakit

Sesampainya 'jenazah' US di rumahnya, ada yang sempat melihat tubuh US bergerak di peti jenazah. Kemudian, US langsung dibawa ke klinik terdekat. Perawat klinik mengecek respons pasien dan melakukan pertolongan pertama. Namun, karena alat klinik yang terbatas, pihaknya menyarankan agar US dibawa ke rumah sakit terdekat yang mempunyai peralatan lebih lengkap. US pun dibawa ke RSUD Kota Bogor. Pihak RSUD Kota Bogor mengaku tidak menemukan data bukti-bukti surat kematian dari rumah sakit rujukan sebelumnya.

5. US dan keluarganya belum memberikan keterangan

Hingga kini pihak US dan keluarganya masih keberatan untuk memberikan keterangan terkait kejadian 'mati suri' dirinya. 

"Saudara US dan istrinya masih keberatan untuk memberikan keterangan. Kami juga masih memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk pemulihan terlebih dahulu," ujar AKBP Iman, mengutip ANTARA.

Saat ini, US masih dirawat di RSUD Kota Bogor dengan kondisi yang stabil dan akan diperiksa oleh kepolisian ketika kondisinya sudah semakin membaik.[]