News

Hilang Usai Pamit Bukber, 5 Fakta Pembunuhan Wanita Cengkareng Korban Cinta Segitiga

Fakta pembunuhan wanita Cengkareng korban cinta segitiga.


Hilang Usai Pamit Bukber, 5 Fakta Pembunuhan Wanita Cengkareng Korban Cinta Segitiga
Ilustrasi pembunuhan . (pixabay.com)

AKURAT.CO Kasus hilangnya seorang wanita setelah menghadiri acara buka bersama menjadi perhatian warganet dalam beberapa minggu terakhir. Hingga akhirnya, sosok wanita berinisial DN tersebut ditemukan meninggal dunia di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait kasus meninggalnya sosok DN. 

1. Menghilang ketika hadiri bukber

Seorang wanita warga Cengkareng, Jawa Barat dilaporkan menghilang sejak 26 April 2022 setelah pamit kepada kakaknya untuk menghadiri acara buka bersama. Setelah ditunggu beberapa waktu, wanita berinisial DN tersebut tak kunjung pulang. Sang kakak pun melaporkan kehilangan sang adik ke Polsek Cengkareng. 

baca juga:

2. Ditemukan tewas dibunuh

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian menyatakan bahwa wanita berinisial DN tersebut ditemukan di kawasan Cibubur, Bekasi, Jawa Barat pada hari Jumat (13/5) lalu. Ketika ditemukan di sebuah tanah kosong di area perumahan CBD Cibubur, DN dalam keadaan tewas. Pihak kepolisian juga menemukan DN mengalami luka tusuk yang menyebabkannya meninggal dunia. 

3. Cinta segitiga

Setelah menemukan jasad DN, kepolisian langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya menemukan sosok perempuan berinisial NU sebagai tersangka pembunuhan DN. Dalam keterangan polisi, diketahui bahwa ada motif cinta segitiga di balik pembunuhan tersebut. Tersangka nekat melakukan pembunuhan didasari cemburu karena korban menjalin hubungan dengan suaminya. Padahal sang suami dari tersangka telah memiliki tiga orang anak. Tersangka mengetahui hal tersebut setelah melihat komunikasi yang dilakukan oleh sang suami melalui ponselnya. Selain itu, sang suami diduga telah menjalin hubungan gelap tersebut selama empat bulan. 

4. Tersangka nekat rencanakan pembunuhan

Terbakar api cemburu, tersangka nekat merencanakan aksi pembunuhan. Ketika korban pamit bukber, ternyata korban mendapatkan ajakan dari suami tersangka. Sedangkan ajakan tersebut ternyata dibuat oleh tersangka yang berpura-pura dengan cara meminjam HP sang suami. Tersangka menetapkan tempat bertemu korban di halte bus di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ketika bertemu, tersangka pun mengaku sebagai keponakan dari suaminya. Bahkan, ketika menjemput korban di halte, tersangka telah membawa pisau, kunci inggris hingga gunting. 

5. Tikam korban sendirian

Setelah menjemput korban di halte bus, tersangka lalu membawa korban, ke area tanah kosong di perumahan Jatisampurna Bekasi. Ketika itu juga, menurut laporan kepolisian, tersangka memukul kepala korban sebanyak lima kali. Tak cukup di situ, tersangka kemudian menusuk korban beberapa kali di bagian tangan dan perut dengan pisau yang telah dibawanya. Setelah itu, tersangka mengganti baju yang telah disiapkannya dan membuang seluruh perlengkapan yang dibawanya di sekitar TKP. 

Tersangka NU dilaporan melakukan aksi pembunuhan tersebut seorang diri yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan aksi tersebut, NU dijerat hukuman Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.[]