News

Hilang Kesabaran, Presiden Turki Bakal Berantas Ancaman dari Pasukan Kurdi

Presiden Turki memberi sinyal operasi militer baru di Suriah, menyalahkan pejuang Kurdi atas serangan terbaru mereka.


Hilang Kesabaran, Presiden Turki Bakal Berantas Ancaman dari Pasukan Kurdi
Dalam foto ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato selama pertemuan kelompok parlemen partainya di Majelis Nasional Agung Turki di Ankara, 8 Januari 2019 ( Adem ALTAN / AFP)

AKURAT.CO Eskalasi antara pemerintahan Turki dan 'musuh bebuyutannya', pasukan Kurdi makin memuncak. Dalam peringatan terbarunya, Presiden Recep Tayyip Erdogan bertekad akan memberangus 'ancaman' yang berasal dari Suriah utara. Dalam hal ini, Erdogan merujuk pada Pasukan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), organisasi yang sudah dianggap Ankara sebagai 'teroris', tapi menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) saat memerangi ISIS/ISIL di Suriah. 

Peringatan itu dilontarkan Erdogan pada Senin (10/10) sebagai tanggapan atas serangan terbaru YPG yang menewaskan sejumlah  polisi Turki. Erdogan menilai agresi dari YPG itu sudah berada di titik yang telah melampaui batas dan membuatnya hilang kesabaran.  Al Jazeera menyebut bahwa peringatan dari Erdogan adalah sinyal bahwa Ankara akan meluncurkan operasi barunya ke Suriah yang dilanda perang.

"Kami sudah tidak memiliki kesabaran tersisa mengenai beberapa wilayah di Suriah yang berpotensi menjadi sumber serangan untuk negara kami.

"Kami bertekad untuk menghilangkan ancaman yang berasal dari situ, baik dengan kekuatan aktif di sana atau dengan cara kami sendiri," kata Erdogan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet.

Pada Minggu (9/10), YPG meluncurkan rudal di wilayah kota Azaz di Suriah utara, dan dalam serangan ini, dua polisi Turki tewas, kata kementerian dalam negeri Turki.

Secara terpisah, proyektil yang mendarat di dua daerah terpisah menyebabkan ledakan di provinsi Gaziantep selatan Turki, di seberang perbatasan dari kota Jarablus Suriah. Lalu, yang ketiga mendarat di Jarablus. Serangan ini juga diyakini telah diluncurkan dari wilayah yang dikendalikan oleh YPG.

"Serangan terbaru terhadap polisi kami dan pelecehan yang menargetkan tanah kami adalah pukulan terakhir," kata Erdogan.

Presiden Turki Erdogan Kehilangan Kesabaran, Mengaku Bakal Berangus Ancaman dari Pasukan Kurdi - Foto 1
Goran Tomasevic/Reuters

Azaz dan Jarablus telah berada di bawah kendali para pemberontak yang didukung oleh Turki sejak serangan pertama Ankara ke Suriah pada 2016. Dalam operasinya itu, Turki sendiri memiliki misi untuk mengusir para pejuang ISIL dan anggota YPG Suriah-Kurdi dari perbatasannya dengan Suriah.

Ankara telah meluncurkan dua operasi lintas batas lainnya di Suriah melawan YPG, salah satunya menargetkan wilayah Afrin pada 2018. Kemudian pada Senin, serangan kembali meletus di Afrin di mana sebuah bom mobil meledak dan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai enam lainnya.

Sudah lama Ankara dan bangsa Kurdi memiliki hubungan tak akur. Oleh Turki, YPG pun dipandang sebagai cabang Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi yang dicap terlarang oleh Ankara. Sejak tahun 1980-an, PKK telah melancarkan pertempuran mematikan melawan Turki dengan korban perang mencapai puluhan ribu jiwa.

Namun, Washington telah bermitra dengan YPG untuk memerangi ISIL di Suriah, menepis kritik dari Turki. Para gerilyawan YPG ini pun akhirnya tetap menjadi 'titik sakit' dalam hubungan yang tidak nyaman antara Erdogan dan Presiden AS Joe Biden.

Konflik di Suriah yang hingga kini masih berkecamuk telah menewaskan ratusan ribu orang. Perang ini dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap demonstrasi damai.[]