Rahmah

Hikmah Dibalik Pengucapan 'Wallahu A'lam'

Penting diketahui orang Islam agar tidak terkesan sombong


Hikmah Dibalik Pengucapan 'Wallahu A'lam'
Ucapan Wallahu A'lam (AKURAT.CO)

AKURAT.CO Para ulama di pesantren atau di masjid serta musholla ketika memberikan pengajaran ilmu agama kepada masyarakat biasa mengakhirinya dengan ucapan 'wallahu a'lam'. Demikian itu sebagai bentuk kerendahan hati mereka.

Dengan ungkapan 'wallahu a'lam' ini menjadi bukti ketidakseimbangan mereka. Meski mereka memiliki ilmu yang sangat tinggi namun mereka mengembalikannya kepada ilmu Allah. 

Imam Ahmad bin Hanbal, dalam Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, vol. 7 hal. 180, menyatakan demikian:

يا أيها الناس من سئل منكم عن علم هو عنده فليقل به فإن لم يكن عنده فليقل الله أعلم فإن من العلم أن تقول لما لا تعلم الله أعلم   

Artinya: “Wahai manusia, barang siapa yang ditanya tentang suatu permasalahan ilmu kepadanya dan ia mengetahuinya maka hendaknya ia menjawabnya. Dan barang siapa yang tidak mengetahui jawabannya, hendaknya ia mengatakan Wallahu a’lam karena sesungguhnya sebagian dari ilmu adalah engkau mengatakan Wallahu a’lam terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui."

Seorang ulama yang lain menambahkan pengucapan 'wallahu a'lam' tidak hanya ketika selesai mengajar atau berbicara persoalan agama, tetapi juga ketika selesai menulis. 

Syekh Mula Ali bin Sulthan al-Qari, dalam Kitab Syam al-‘Awaidh fi Dzamm ar-Rawafidh, halaman 137:

وإذا أجاب المفتي ينبغي أن يكتب عقب جوابه والله أعلم ونحو ذالك، وقيل في المسائل الدينية التي أجمع عليها أهل السنة والجماعة ينبغي أن يكتب والله الموافق، وأمثله.   

Artinya: “Dan ketika ulama ahli fatwa selesai memberikan fatwa dalam suatu permasalahan hendaknya ia menulis kalimat Wallahu a‘lam dan sesamanya. Dikatakan juga bahwa hendaknya setelah menjelaskan pendapat yang disepakati ulama Ahlussunnah wal Jama’ah untuk menulis kalimat Wallahul muwaffiq dan sejenisnya."

Sebagai orang Islam kita dituntut untuk selalu rendah hati dalam melakukan apapun, termasuk dalam persoalan ilmu dan keilmuan. Orang yang rendah hati akan dicintai oleh banyak manusia.

Hikmah dibalik mengapa kita dituntut untuk selalu mengucapkan 'wallahu a'lam' sebagai bentuk berlepas diri dari pengakuan paling alim. Sebab pada hakikatnya, semua ilmu adalah ilmunya Allah.

Sumber: NU Online