News

Hikayat Supir Bus Terminal Jatijajar, Sebungkus Rokok dan Secangkir Kopi untuk Pemudik

Hikayat Supir Bus Terminal Jatijajar, Sebungkus Rokok dan Secangkir Kopi untuk Pemudik
Potret Herman, Supir Bus Sumber Alam bersama dengan Kondekturnya yang hendak menjalankan aktivitas mudik lebaran tahun ini. (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Kebahagiaan momen mudik lebaran tentu sangat dinanti-nantikan oleh segenap umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa sembari pulang ke kampung halamannya. 

Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh Herman (41) salah seorang supir bus PO Sumber Alam di Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat. 

Berdasarkan penuturan kisahnya kepada AKURAT. CO, Herman menceritakan bahwa dirinya rela tidak ikut mudik demi mengais rezeki untuk kebutuhan keluarga kecilnya sehari-hari. Menurutnya melayani masyarakat yang ingin mudik menjadi kebahagiaan tersendiri kendati dirinya sendiri tidak mudik.

baca juga:

"Saya mah nggak masalah, (tugas menjadi supir bus) ini kan untuk mencari rezeki buat keluarga dan ini kan juga tuntutan perusahan dari PO dan ketentuannya seperti itu mas," Kata Herman. 

Terlebih, Bapak tiga anak ini mengaku tak keberatan dengan tugasnya. Di tengah padatnya aktivitas mudik sebab masyarakat sangat antusias untuk pulang kampung pasca dua tahun tidak berlangsung karena wabah Covid-19. 

Di masa-masa pandemi Covid-19 ini, Herman masih bekerja keras untuk melaksanakan tugasnya guna mengantar sekaligus menjemput penumpangnya di terminal. 

"Jadi kami tidak keberatan masyarakat melakukan mudik, (bagi) kami melaksanakan tugas walaupun di masa pandemi ini kami (tetap) melaksanakan pekerjaan dan tidak merasakan mudik," imbuhnya. 

Sementara itu, Pria asal Kebumen tersebut tak lupa menceritakan suka dukanya ketika merasa jenuh dan ngantuk selama perjalanan mengemudi. 

Baginya, sebungkus rokok dan secangkir kopi panas menjadi teman setia dalam perjalanan mengantar para pemudik. 

"Kita mah ngerokok sambil makan kuaci aja udah cukup, ya sambil ngopi-ngopi juga" ujarnya. 

Dalam menceritakan pengalaman tugasnya, Herman mengatakan jika perjalanannya akan mengemudi akan terus berlansung hingga H+9 lebaran atau tepatnya 8-9 Mei mendatang. 

"Ya paling sampai tanggal 8-9 (Mei) nanti, " pungkasnya. []