Nadiyah

Dosen Gizi di Universitas Esa Unggul Jakarta
Lifestyle

Hidrasi pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui ketika Puasa

Salah satu zat gizi makro yang bertambah kebutuhannya dengan signifikan selama hamil dan menyusui adalah cairan


Hidrasi pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui ketika Puasa
Ilustrasi ibu hamil

AKURAT.CO,Dalam ajaran islam, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) diberikan rukhshoh (keringanan) untuk tidak berpuasa Ramadan bila khawatir dengan kondisi dirinya dan atau janinnya, dan kemudian meng-qodho’ puasa dan atau membayar fidyah. Setelah berkonsultasi dengan dokter dalam mempertimbangkan kondisi diri dan janinnya dan memutuskan untuk tetap berpuasa, bumil dan busui harus memahami bahwa kebutuhan gizi ibu selama berpuasa tidak sama dengan wanita tidak hamil atau tidak menyusui.

Salah satu zat gizi makro yang bertambah kebutuhannya dengan signifikan selama hamil dan menyusui adalah cairan, disamping protein dan karbohidrat. Kebutuhan cairan meningkat karena dibutuhkan untuk produksi air ketuban, sirkulasi janin dan volume darah yang meningkat. Ketika menyusui, peningkatan kebutuhan cairan dibutuhkan untuk produksi ASI terutama pada fase ASI eksklusif.  

Kondisi kekurangan cairan atau disebut dehidrasi menyebabkan timbulnya rasa mual dan muntah, mukosa mulut kering, cepat lelah, konstipasi, meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) dan mempengaruhi kecukupan air ketuban ataupun produksi ASI. Dehidrasi berat dapat menyebabkan pusing, gangguan konsentrasi hingga turun kesadaran.

Pada dasarnya kebutuhan cairan wanita berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 sebanyak 2350 ml (hampir 12 gelas). Ketika wanita sedang hamil, dibutuhkan tambahan cairan sebanyak 300 ml (sekitar 2 gelas) sehingga total kebutuhan cairan pada bumil sebanyak 14 gelas per hari. Ketika wanita dalam fase menyusui 6 bulan pertama (fase ASI eksklusif), tubuhnya membutuhkan tambahan 800 ml cairan(4 gelas) sehingga total kebutuhan cairan pada busui fase ASI eksklusif 16 gelas per hari. Ini merupakan fase kebutuhan cairan tertinggi pada wanita. Kemudian pada fase menyusui 6 bulan kedua, tubuh busui membutuhkan tambahan 650 ml per hari (sekitar 3 gelas) dan total kebutuhan menjadi 15 gelas per hari.

Saat puasa Ramadan, kebutuhan cairan 14-16 gelas per hari akan sulit dipenuhi hanya dari konsumsi air mineral saja. Ketika puasa Ramadan, bumil/busui perlu minum sekitar 12 gelas dengan pola 1 gelas air hangat saat berbuka, 2 gelas setelah sholat maghrib, 1 gelas setelah makan, 1 gelas mau salat tarawih, 2 gelas setelah sholat tarawih, 1 gelas setelah makan, 1 gelas mau tidur, 1 gelas mau sahur, 2 gelas setelah makan sahur.

Kebutuhan tambahan cairan 2-4 gelas lainnya dapat disiasati dengan memilih sayuran berkuah ketika tiap kali makan utama (sebelum tarawih, setelah tarawih dan ketika sahur). Ketika berbuka, setelah konsumsi kurma ibu dapat mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk sop buah. Untuk snacking/selingan ibu dapat memilih kolak pisang-susu, dengan catatan susu ditambahkan setelah api dimatikan (agar protein tidak rusak).

Dengan pola konsumsi air mineral minimal 12 gelas dari berbuka puasa hingga sahur seperti dijelaskan di atas, dan dengan menambah cairan dalam makanan berbuka (misal sop buah), dalam sayuran berkuah saat makan, serta dalam menu selingan (misal kolak pisang-susu), bumil/busui dapat mencukupi kebutuhan cairan hingga 16 gelas per hari, bahkan sekaligus menambah asupan protein dari susu dan karbohidrat dari buah-buahan.

Setelah kebutuhan cairan tercukupi, penting bagi bumil dan busui untuk menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan dehidrasi, seperti makanan-makanan ringan contohnya kentang goreng dan kripik kentang; buah-buahan dengan asam sitrat tinggi seperti anggur, lemon, nanas, tomat, jeruk karena asam sitrat yang tinggi merangsang saluran kemih lebih aktif mengeluarkan urin sehingga risiko dehidrasi; makanan pedas diantaranya cabe dan jahe. Jahe memiliki sifat diuretik alami. Minuman ringan seperti minuman bersoda yang menyebabkan meningkatnya kadar gula dalam darah sehingga memicu seirng buang air kecil. Dan terakhir tentunya bumil dan busui perlu menghindari kafein, karena kafein memiliki efek diuretik.

Selamat berpuasa, cukupi kebutuhan cairan dan hindari makanan minuman bersifat diuretik sehingga terhindar dari dehidrasi selama berpuasa.

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu