News

Hidayat Nur Wahid Ingatkan Pemuda Harus Pahami Sejarah Secara Utuh

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan para pemuda untuk memahami sejarah secara utuh.


Hidayat Nur Wahid Ingatkan Pemuda Harus Pahami Sejarah Secara Utuh
Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Masjid Al Ikhlas Kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019). Sosialisasi ini kerjasama antara MPR RI dengan Perguruan Silat Gerak Oray Indonesia untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan amanah dari UU. No. 17 Tahun 2014 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi. Selain di dalam negeri, Hidayat Nur Wahid me (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan para pemuda untuk memahami sejarah secara utuh. Pemahaman sejarah ini diperlukan agar para pemuda bisa belajar mengenai peran pemuda pada masa perjuangan sehingga pemuda bisa eksis, menyatukan warga bangsa, dan menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa termasuk menghadapi pandemi Covid-19 

“Anak muda adalah bagian dari sejarah. Dari para pemuda masa lalu kita bisa belajar tentang solidaritas dan soliditas,” kata Hidayat Nur Wahid ketika menjadi narasumber dalam seminar nasional bertema “Peran Pemuda dalam Mengokohkan Simpul Kebangsaan di Tengah Kemajemukan dan Pandemi” di Kristal Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (9/10/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut menyampaikan keynote speech dalam seminar kerja sama MPR RI dengan Gema Keadilan DKI Jakarta ini. 

Hidaya Nur Wahid menjelaskan para pemuda Indonesia tampil bersama dengan pejuang bangsa, TNI, dan para ulama untuk menyelamatkan Indonesia dari ideologi komunis atau pemberontkan komunisme pada tahun 1948 dan 1965. “Para pemuda menyelamatkan Indonesia, menyelamatkan Pancasila, dan menyelamatkan negara,” ujarnya. 

Soliditas pemuda bersama TNI dan warga bangsa lainnya, lanjut Hidayat, bisa menggagalkan pemberontakan PKI pada tahun 1945 dan menyelamatkan negara dari pengambil alihan kekuasaan oleh PKI. “Karena itu, sangat penting bagi para pemuda untuk memahami sejarah secara utuh. Yaitu agar mereka bisa mengetahui beragam upaya untuk mengaburkan dan pemutarbalikan sejarah,” kata Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini. 

“Dengan memahami sejarah itu, para pemuda bisa mengetahui perannya agar eksis dan menyatukan warga bangsa serta menyelesaikan permasalahan bangsa seperti pandemi, serangan dari luar, infiltrasi ideologi komunisme, atheism, atau ideologi lain yang ingin mengubah Pancasila,” imbuhnya.

Hidayat menambahkan di tengah pandemi Covid-19 ini, para pemuda bisa menciptakan solidaritas dan soliditas dengan menguatkan simpul-simpul kebangsaan. Mengutip ajaran di pesantren “kalau Anda tidak punya, maka Anda tidak bisa memberi”, Hidayat mengharapkan agar pemuda memiliki solidaritas sehingga bisa memberikan solidaritas kepada yang lain, para pemuda juga agar solid sehingga bisa mensolidkan yang lain.  

“Kesadaran seperti itulah harus diinternalisasi kepada para pemuda sehingga pemuda tetap berperan dan berkiprah untuk warga bangsa seluruhnya serta siap bekerja sama dengan siapapun. Solidaritas dan soliditas berperan penting menghadapi berbagai tantangan termasuk pandemi Covid-19,” jelasnya. 

Hidayat juga meminta para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan negara agar bisa berkiprah dan berperan. Menurut Hidayat, dalam konteks hukum dan demokrasi, tidak ada halangan atau membatasi kreasi dari anak-anak muda.