Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Indonesia-Korea Perlu Lebih Saling Kenal Lewat Penerjemahan Karya Sastra

Herman Syahara

Indonesia-Korea Perlu Lebih Saling Kenal Lewat Penerjemahan Karya Sastra

Pembicara dan penyelenggara diskusi buku New York Bakery | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Karya sastra dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kebudayaan suatu bangsa. Oleh karena Indonesia dan Korea Selatan yang sama-sama memiliki karya sastra  berkualitas, perlu meningkatkan kerja sama penerjemahan karya sastra Indonesia ke bahasa Korea dan  sebaliknya dari bahasa Korea ke bahasa Indonesia.

Dengan meningkatnya jumlah karya terjemahan tersebut sastrawan dari  kedua negara diharapkan  akan  lebih saling  mengenal kebudayaan negeri masing-masing dan belajar memberi dan menerima inspirasi.

Demikian kesimpulan yang dapat direntang dari sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun AKURAT.CO sepanjang pekan lalu sehubungan dengan terbitnya buku kumpulan cerita pendek (cerpen) “New York Bakery” yang digagas Korea Foundation dan penerbit Gramedia. 

baca juga:

Buku kumpulan cerpen 396 halaman yang isinya memuat 14 cerpen karya penulis Korea  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu,  diluncurkan di Jakarta,  Kamis (29/8). 

Mereka yang menjadi pembicara adalah penerjemah buku tersebut,  yakni Dosen Fakutlas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Maman S Mahayana; pengamat sastra Indonesia asal Korea Prof Koh Young Hun, Direktur Korea Foundation Park Ji-young, dan Direktur Penerbit Gramedia Wandi S Brata

Dikatakan Wandi S Brata, pihaknya mendukung kerja sama penerbitan buku antologi cerpen Korea tersebut dan berharap dapat terus berlanjut dengan menerbitkan karya-karya lainnya.

“Kami   berharap pada saatnya nanti kita dapat menerbitkan  buku dari Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea,” katanya.

Selama ini, tambah Wandi,   pihaknya telah menerbitkan karya  bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia dengan dukungan sejumlah pihak. Dia mencontohkan,  kerjasama  dengan Jepang yang didukung Toyota Foundation yang memiliki program penerjemahan karya sastra dari bahasa asing ke bahasa Jepang dan sebaliknya.

 “Saya kira hal ini akan menjadi pertukaran budaya yang luar biasa. Kita bisa saling mengenal, saling belajar, dan saling memberi dan menerima inspirasi dari kara-karya itu,” paparnya.

Dalam pandangan Maman S Mahayana, Indonesia banyak memiliki cerpenis andal yang karyanya layak diterjemahkan ke dalam bahasa Korea atau bahasa lainnya. Antra lain, Ahmad Tohari dan Eka Kurniawan.

Menyinggung tema 14 cerpen yang termuat dalam ‘New York Bakery’, Maman menilai sebagian besar cerpen bertema sederhana. Namun di dalam kesederhaan  yang ditulis mengalir itu terungkap kekayaan budaya dan tradisi  masyarakat Korea dalam hal kuliner, rumah adat, perubahan sosial, serta nilai-nilai lainnya.

“Cerpen-cerpen yang dimuat di buku ini sebagian besar tidak memperlihatkan luka mereka akibat perang saudara. Mereka lebih banyak bercerita perubahan sosial budaya ketika industrialisasi masuk,” kata peneliti sastra yang pernah menjadi dosen tamu selama 4,5 tahun di Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan itu.

Menurut Maman, orang Korea sangat menghargai dan  membanggakan berbagai peninggalan tradisionalnya, termasuk makanan, rumah adat, dan nilai kesantunan pada guru dan orang tua.  

“Ini yang tidak terjadi di masyarakat kita. Makanan tradisional hanya jadi makanan kampung saja. Tapi buat Korea, makanan tradisioanl itu dijadikan kebanggaan. Sehingga ada kepercayaan diri pada kultur dan tradisinya,” kilah peraih Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2005 tersebut

Maman menuturkan, dia beruntung karena selama menjadi dosen tamu di Korea pada 2008-2013,  dia kerap diajak para mahasiswanya blusukan di Korea. Dari situlah dia mengenal tradisi dan kebudayaan masyarakat Korea yang kemudian melahirkan sejumlah buku, di antaranya antologi puisi “Jejak Seoul” (2016). 

Hal lain membuat Maman “merinding”, orang Korea sangat menghormati guru. Pada kesempatan atau hari-hari besar tertentu, mereka mau bersusah-susah menemui guru atau dosennya untuk mengungkapkan rasa terimakasih walaupun hanya dengan membawa sepotong permen.

“Bukan nilai permennya yang penting, tapi niat tulus mereka mengungkapkan rasa terimakasih kasih itu yang mahal. Perlakuan ini tidak pernah saya terima selama mengajar di tanah air sendiri,” ungkapnya dengan nada masygul.

Ditanya mengenai awal “kerja sama kesusastraan” antara Indonesia-Korea dalam penerjemahan, Maman mengatakan, program penerjemahan pertama Indonesia-Korea dimulai   adalah kumpulan cerpen “Pertemuan” yang diterjemahkannya   bersama Teguh Imam Subarkah pada 1996.

Kemudian Prof Koh Young Hun dan Tomi Christomi melanjutkan dengan menerbitkan buku Kupu-Kupu dan Laut pada 2006. Dan yang terbaru kumpulan cerpen ‘New York Bakery’ yang diterjemahkan Maman bersama  Prof Koh.

Sementara Prof Koh Young Hun, pengamat sastra Indonesia asal Korea, ide menerbitan kumpulan cerpen “New York Bakery”  bermula dari usulan Korea Foundation. Cerpen-cerpen Korea yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia itu  sebagian besar sudah dimuat di majalah Koreana, sebuah majalah tiga bulanan yang  fokus pada pemberitaan tradisi dan budaya Korea yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

“Setiap edisi Koreana memuat bermacam artikel. Ini majalah bermutu tinggi. Terbitnya majalah itu membuktikan Indonesia diperhitungkan. “ tegas Koh yang sedang mempersiapkan penerbitan 22 cerpen karya penulis  Indonesia ke dalam bahasa Korea.

Berpendapat soal nilai tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Korea, menurut dia sebenarnya sama dengan nilai yang dianggap penting oleh pra priyayi Jawa.

“Ada priyayi Jawa ada juga priyayi Korea. Misalnya, orang Korea tidak suka bicara keras atau anak muda selalu menempatkan orang tua secara  terhormat,” tutur kademisi  yang rajin mempopulerkan sastra Indonesia di Korea itu.  

Sedangkan Tengsoe Tjahjono, editor majalah Koreana, dalam pengantarnya pada buku ‘New York Bakery’ mengatakan, cerpen  Korea yang terkumpul dalam antologi itu ibarat lansekap gunung dan ngarai yang menyimpan keunikan dan kekayaan habitat, sunyi sekaligus gaduh, cermin dan sekaligus jendela.

“Banyak yang dapat kita pelajari dari cerita-cerita pendek tersebut, yaitu orang-orang, budaya, distopia dan utopia, serta spirit dan filosofi Korea,” pungkasnya. []

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Hiburan

I Gde Agus Darma Putra, Anak Muda Pembaca Karya Sastra Kuna di Daun Lontar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Prosesnya Terlihat Sangat Estetis, Hasil Jepretan Fotografer Ini Sungguh di Luar Dugaan

Kira-kira hasilnya seperti apa ya?

Image
Hiburan

Selama Tidak Bersalah, Lia Ladysta Tak Gentar Dipolisikan

Lia Ladysta mengaku tidak pernah sekalipun niatnya untuk mencemarkan nama baik seseorang

Image
Hiburan

Ingin Masalah Cepat Selesai, Lia Ladysta Bersedia Minta Maaf ke Syahrini

Lia Ladysta menginginkan permasalahannya dengan Syahrini segera selesai

Image
Hiburan

5 Potret Dinar Candy saat Berhijab, Memesona dan Bikin Adem

Sosok Dinar Candy kerap mencuri perhatian karena kontroversinya

Image
Hiburan

Dihukum 14 Tahun Penjara, Lidya Pratiwi Sempat Berniat Bunuh Diri

Lidya Pratiwi divonis 14 tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Naek Gonggom Hutagalung pada 2006 silam

Image
Hiburan

Cewek ini Temukan Benda Dikira Lipstik Wanita Lain di Mobil Suami, Endingnya Salah Paham

Kira-kira benda apa itu ya?

Image
Hiburan

7 Potret Ganteng Lee Do-hyun, Aktor Pemeran '18 Again' yang Mencuri Perhatian

Pesona Lee Do-hyun yang luar biasa juga sering membius penonton

Image
Hiburan

Dwi Sasono Dituntut 9 Bulan Jalani Rehabilitasi

Dwi Sasono sudah ditempatkan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur

Image
Hiburan

Mata Sembab Usai BAP, Lia Ladysta: Semalam Salat Tahajud Minta Petunjuk

Lia Ladysta baru saja menjalani berita acara pemeriksaan (BAP) atas laporan Syahrini

Image
Hiburan

Bersikap Kooperatif, Lia Ladysta Dipulangkan Usai Diperiksa Dua Jam

Lia Ladysta kembali menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam laporan Syahrini hari ini, Rabu (23/9)

terpopuler

  1. Curhat Istri Yang Suaminya Dikubur dengan Protokol Covid-19: Suami Saya Hanya Diare

  2. Said Didu Siap Jadi Moderator Perdebatan Jansen Sitindaon dan Sandiaga Uno

  3. Penjual Roti ini Dibikin Kesal Pembeli, Pesan 12 Boks Ternyata Maksudnya Beda

  4. Resmi Mualaf, Nathalie Holscher Pilih Sule Jadi SaksiĀ 

  5. Diejek Gendut oleh Suaminya, Setelah Kurus Wanita Ini Ajukan Cerai

  6. Suami Ingin Anak Perempuan, Meggy Wulandari Siap Penuhi Setelah Umroh

  7. Defisit APBN Tembus Rp500,5 Triliun, Rizal Ramli: Lho Kemana Aja Tuh Uang? Payah Amat Sih!

  8. Punya Istri Crewet? ini Kisah Abu Nawas Lolos dari Amukan Istrinya

  9. Adik Kandung Positif Covid-19, Nikita Mirzani: Kakak Tungguin Lintang Ya!

  10. Agar Rezeki Terus Mengalir Deras, Baca Ayat Al-Qur'an ini di Malam Hari

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Miliki Harta Kekayaan Rp6,8 Miliar

Image
News

5 Potret Transformasi Almira Tunggadewi Yudhoyono, Putri AHY yang Beranjak Remaja

Image
Ekonomi

Intip Harta Kekayaan Bradley Cooper yang Bikin Tercengang!