image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Menolak Hasil Pemilu

Pemilu 2019

Image

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto memberikan pernyataan mengenai fakta kecurangan dalam Pilpres di kawasan Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Acara ini digelar untuk mengungkapkan fakta-fakta dan kecurangan dalam Pilpres 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pemenang Pemilu 2019 belum diumumkan. Namun Prabowo, sudah menolak hasil Pemilu. Aneh memang. Aneh, karena belum diumumkan siapa pemenangnya. Namun penolakan sudah dilakukan.

Hak Prabowo, untuk menolak hasil Pemilu 2019. Sebagaimana dia pernah, menolak hasil Pemilu 2014, lima tahun silam. Prabowo “mengangap” Pemilu 2019, penuh tipu daya dan Kecurangan, yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Prabowo dan koalisinya, “menemukan” persoalan-persoalan dari hulu, hingga hilir, seperti daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos, hingga salah hitung di website KPU.

baca juga:

Walau penolakan tersebut terasa aneh dan ganjil. Namun, penolakan Prabowo atas hasil Pemilu 2019, jangan diangap remeh dan enteng. Karena penolakan tersebut, sudah terjadi dua kali (di Pemilu 2014 dan 2019), penolakan juga diawali dengan pra kondisi wacana people power dan tuduhan makar kepada para pendukungnya.

Diluar penolakan hasil Pemilu 2019 oleh Prabowo, ada yang menggelitik dalam benak saya. Sekitar kurang lebih 600 KPPS, meningal dunia dan 3000 lebih juga terbaring sakit. Apa yang sesungguhnya terjadi. Apakah mereka meninggal dan sakit karena kelelahan atau karena faktor lain.

Untuk membuktikan bahwa Pemilu kita berjalan dengan demokratis, adil, dan terbuka, maka perlu untuk mengusut tuntas, apa yang menjadi penyebab mereka meninggal dunia dan sakit. Karena jika hal ini dibiarkan dan tidak diketahui penyebab yang sesungguhnya, maka dikhawatirkan disetiap Pemilu, akan terjadi hal yang sama.

Demi menjaga nyawa putra putri terbaik bangsa, yang ingin berkontribusi besar dalam proses demokrasi. Jangan ada lagi dan tidak boleh ada lagi, para penyelenggara Pemilu yang berguguran di Pemilu-pemilu berikutnya.

Terkait Kecurangan yang dituduhkan Prabowo dan timnya. Rakyat Indonesia akan berterima kasih, jika Prabowo mampu membuktikan Kecurangan-kecurang tersebut, dengan data-data. Semua mata rakyat Indonesia sedang menunggu. Apakah data dari Prabowo valid atau tidak.

Namun, jika Prabowo tidak bisa, dan tidak mampu membuktikan Kecurangan-Kecurangan lawan politiknya, maka yang akan terjadi justru sebaliknya, akan ada arus balik menyerang Prabowo. Karena rakyat tak akan percaya lagi, kepada Prabowo dan Gerindra.

Kita tentu sepakat dan harus mengikuti akal sehat. Jika ada Kecurangan, silahkan buka. Silahkan laporkan. Dan silahkan buktikan. Dan tentu kita juga sepakat, tak boleh ada yang ditutup-tutupi.

Dahsyat memang, jika Kecurangan yang dituduhkan Prabowo terbukti. Namun untuk mengumpulkan bukti-bukti otentik, tidaklah mudah. Tidaklah mudah, seperti membalik telapak tangan. Kecurangan tak semudah tuduhan, yang sulit pembuktian.

Kita semua tak akan menutup mata, jika terjadi Kecurangan. Namun menuduh Kecurangan, tanpa pembuktian yang kuat, maka akan menjadi bumerang. Dan akan menjadi fitnah.

Demokrasi memberi ruang kepada siapapun yang kalah untuk menolak hasil Pemilu. Namun demokrasi juga memberi jalan, kepada siapapun yang kalah untuk menempuh melalui jalur hukum.

Kita dorong agar Prabowo, bisa menggugat Kecurangan-Kecurangan Pemilu ke MK. Seluruh mata rakyat Indonesia, akan menyaksikan proses gugatan Kecurangan-Kecurangan di MK. Jadi, Prabowo tak usah khawatir akan dikalahkan di MK.

Selama bukti-buktinya kuat. Dan jika benar-benar Kecurangan itu terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif, maka pasti Prabowo, yang akan dimenangkan, terkait gugatannya tersebut.

Hakim MK memang manusia biasa. Banyak kekurangan, salah, dan dosa. Namun kita harus yakin, bahwa hakim-hakim MK akan berbuat adil. Yang menang, pasti dimenangkan. Dan yang kalah, pasti dikalahkan.

Putusan hakim MK, tak akan berani mencederai keadilan dan kebenaran. Selama Prabowo benar, dan bukti-bukti kecuranganya ada dan nyata, ya pasti menang dalam gugatannya. Begitu juga sebaliknya, jika buktinya lemah, ya pasti akan kalah.

Prabowo merupakan seorang negarawan, menolak hasil Pemilu tentu memiliki alasan dan perhitungan. Namun kita tunggu saja, pembuktian Kecurangan-Kecurangan dari Prabowo dan timnya.

Jokowi juga negarawan, seorang negarawan tak akan melakukan Kecurangan-Kecurangan. Seorang negarawan pasti ingin menang dengan cara elegan, tanpa Kecurangan, dan kekerasan.

Prabowo dan Jokowi, merupakan putra-putra terbaik bangsa. Sikap kenegarawanannya tidak perlu kita ragukan. Soal Prabowo menuduh Jokowi curang, itu perlu pembuktian. Tapi diluar itu semua, di luar urusan politik, mereka berdua bersahabat.

Politik memang penuh drama, dinamika, dan tipu daya. Jadi jangan aneh dan heran, jika politik selalu menghadirkan keributan-keributan dan kegaduhan. Menghadirkan kejutan-kejutan. Dan menghadirkan bara dendam.

Menolak hasil Pemilu bagi Prabowo merupakan pilihan. Karena tidak ada pilihan lain. Namun menolak hasil Pemilu, sebelum diumumkan siapa pemenangnya, merupakan langkah yang kurang bijak.

Apapun yang terjadi, bangsa ini perlu kita selamatkan. Biarkan para elite politik bertikai dan gontok-gontokan. Rakyat biasa tak usah ikut-ikutan. Kita percayakan saja, proses perhitungan suara ke KPU.

Kucurangan, siapapun pelakunya jangan pernah dibiarkan. Membiarkan Kecurangan terjadi, sama saya kita tak peduli, terhadap nasib bangsa. Namun tuduhan Kecurangan tak akan berarti apa-apa, jika tidak bisa dibuktikan.

Menolak hasil Pemilu, perlu didukung dengan argumen, fakta, dan bukti-bukti riil. Menuduh tanpa bukti, sama saja memfitnah. Jika bukti kecurangannya ada dan nyata, silahkan ungkapkan. Bairlah rakyat yang menilai. Siapakah yang berbuat curang. Ataukah Kecurangan itu hanya tuduhan.

Enam hari lagi, pengumuman siapa pemenang Pemilu akan dibacakan KPU. Siapapun yang memang nanti, itulah kemenangan rakyat. Kemenangan kita semua. Kemenangan bangsa Indonesia.

Tak perlu marah-marah bagi yang kalah. Seorang ksatria, tak akan marah, jika kalah. Dan seorang negarawan, tak akan dendam, jika tertekan. Seorang ksatria dan negarawan, tak akan mungkin menghasut rakyat, untuk menuai keributan.  Bukankah begitu!

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image

News

Kolom

New Normal

Image

News

Kolom

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image

News

Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image

News

Kolom

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image

News

Kolom

Matinya Reformasi

Image

News

Kolom

Manajemen Krisis Pilkada di Tengah Covid-19

Image

News

Hikmah Ramadan

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Image

News

Kolom

Mau Dibawa Kemana Pemilu Kita?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Bikin Betah Nonton! 5 Karakter Dokter di Drama Korea Hospital Playlist yang Kocak dan Penuh Inspirasi

Siapa yang mengikuti drama seru ini?

Image
Hiburan

Lagunya Dibilang Plagiat, Kekeyi Mengaku Tak Nafsu Makan Sampai Takut Dipenjara

Tak sampai sehari, lagunya jadi trending nomor 1 di Indonesia menggeser lagu "Sour Candy" milik Lady Gaga yang berduet dengan BLACKPINK

Image
Hiburan

Hamil Dua Minggu, Zaskia Gotik : Ngidam Gini Ya

Kandungan Zaskia diketahui kini sudah memasuki usia 2 minggu.

Image
Hiburan

Resmikan Pernikahan Secara Negara, Zaskia Gotik Umumkan Hamil 2 Minggu

Sirajuddin ungkap lebaran kondisi Zaskia sudah dalam keadaan hamil.

Image
Hiburan

7 Artis AS yang Ikut Menyuarakan Kemarahan Atas Kematian George Floyd

Cardi B menyebut bahwa perlakuan oknum polisi terhadap George Floyd sebagai perbuatan seorang pengecut.

Image
Hiburan

Zaskia Gotik - Sirajuddin Ungkap Bahagia Usai Resmi Jadi Suami-Istri Secara Negara

Sirajuddin lakukan dua kali ijab qabul menikahi Zaskia Gotik.

Image
Hiburan

Tayang Mulai Hari Ini, Simak Sinopsis Serial India Saraswati Chandra yang Seru Untuk Diikuti!

Serial ini akan tayang setiap hari Senin hingga Minggu, pukul 10.30 WIB

Image
Hiburan

Harap Rehabilitasi, Pengacara Dwi Sasono Sudah Ajukan Permohonan Assessment

Dwi Sasono diyakini sebagai korban yang memiliki riwayat ketergantungan obat-obatan terlarang.

Image
Hiburan

Widi Mulia Tidak Tahu Dwi Sasono Pakai Ganja

Dwi Sasono dapat ganja dari lelaki Inisial C, yang merupakan pengedar.

Image
Hiburan

Gelar Ijab Qabul Ulang, Pernikahan Zaskia Gotik dan Sirajuddin Resmi Diakui Negara

Begini penjelasan Kepala KUA, Zaskia Gotik - Sirajuddin lakukan ijab qabul ulang.

terpopuler

  1. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  2. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  3. Pengamat Nilai Polemik Mobil PCR BNPB karena Ada Persaingan Politik Khofifah dan Risma

  4. PPP Tak Melihat Kemarahan Risma Sebagai Ekspresi Persaingan Politik dengan Khofifah

  5. Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

  6. Pertokoan Kawasan Jembatan Merah Diamuk si Jago Merah

  7. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  8. Gagah Abis, Ini 3 Potret Ravi Murdianto saat Berseragam Tentara

  9. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  10. Prajurit TNI Selamatkan Aset UN di Kongo

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit