image
Login / Sign Up

FOTO Charlie Chaplin ala Afghanistan, Sang Pelipur Lara Perang

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) saat berlatih peran di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) saat berlatih peran di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) menonton film Charlie Chaplin untuk berlatih peran di provinsi Parwan, Afghanistan, 4 September 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) saat dirias untuk berlatih peran di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) usai dirias untuk berlatih peran di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) tampil di sebuah sekolah untuk menghibur di Kabul, Afghanistan, 5 September 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) saat berlatih peran di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Charlie Chaplin Afghanistan, Karim Asir (25) berfoto bersama penggemarnya di Kabul, Afganistan, 29 Agustus 2018. Karim Asir mengatakan, ia berperan sebagai Charlie Chaplin untuk membantu orang mengabaikan kesedihan, membuat mereka tertawa, dan melupakan sejenak kekejaman perang yang merenggut kedamaian Afghanistan. Walaupun dikecam dari pihak militan yang mengatakan penampilannya tidak Islami, Asir tetap tampil di tempat umum untuk menghibur orang lain. REUTERS/Mohammad Ismail

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Abdul Aziz Prastowo

komentar

Image

0 komentar

trending topics

terpopuler

  1. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  2. Terobos Konvoi Presiden, Begini Video Tania Usai Diberhentikan

  3. Mantan Dirut Pertamina Menangis Hingga Posting Foto Ani Yudhoyono Saat Muda

  4. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  5. Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dicurigai Fadli Zon, Johnny Plate: Urus Saja, Urusan Sendiri

  6. Pelatih Malaysia U-16: Wasit Membunuh Permainan Kami

  7. Kembali Akur dengan Maia Estianty, Ahmad Dhani: Demi Anak Ya Harus

  8. Fans: Masukin Tukang Berantem Kayak Tsamara ke DPR Seru Kali Ya

  9. Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

  10. Novanto Kabur dari Lapas Sukamiskin?

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!