image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Herman Syahara

'Senjata Pamungkas' PSBB, Kota Bogor, dan Jokowi

Herman Syahara

Wabah Corona

Image

Satu keluarga melintas di jogging track Kebun Raya Bogor. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Suasana lalulintas di Pertigaan Tugu Kujang, Kota Bogor, masih lengang. Waktu  baru menunjuk sekitaran pukul 08.00 WIB. Namun, sejumlah petugas patroli jalan raya sudah tersebar di beberapa titik kawasan itu pertanda akan ada pejabat negara lewat.

Tak lama kemudian dari arah Jalan Raya Pajajaran muncul iring-iringan kendaraan yang baru keluar dari Istana Kepresidenan di  Kebun Raya.  Itulah rombongan Presiden Jokowi yang hendak  menuju Jakarta.

Namun, jika biasanya  rombongan kendaraan itu melaju kencang menuju gerbang  tol, kali  itu melambat lalu berhenti di depan gerbang mal Botani Square. Sejumlah lelaki berambut cepak yang mengenakan masker berhamburan dari dalam kendaraan pengawalan.  Presiden  sendiri tak keluar dari kendaraannya.

baca juga:

Para petugas yang bergerak cepat itu ikut membagi-bagikan tas kepada sejumlah pengemudi ojol yang sedang mangkal dan  warga yang kebetulan lewat. Mereka terus  mengingatkan agar warga penerima sembako  yang  terus bertambah  menjaga jarak dan tidak berkerumum.

“Di belakang masih banyak, di belakang masih banyak,” teriak petugas berulang-ulang mengingatkan  karena di belakang rombongan presiden ada sebuah mobil boks yang mengangkut tas-tas sembako berisi beras itu. 

Mesjid pun tutup. AKURAT.CO/Herman Syahara

Pembagian tas kain bewarna merah putih bertuliskan “Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Bantuan Presiden Republik Indonesia”   di Petigaan Tugu Kujang dan di depan terminal  Baranangsiang  pada Kamis (9/4), itu disambut warga dengan rasa syukur.

“Alhamdulillah. Sembako ini sangat  membantu buat mereka yang kesulitan seperti sekarang,” ujar salah seorang pengemudi ojol.

Berita pembagian sembako “kejutan” dari Jokowi itu sempat  viral serta menjadi buah bibir. Keesokan harinya dan beberapa hari berikutnya, jalan di seputaran Kebun Raya Bogor dekat Istana yang biasa dilalui  rombongan presiden, ada saja  warga yang hilir mudik atau duduk-duduk berkerumun dua-tiga orang menunggu kalau-kalau ada  bagi-bagi sembako susulan.

Pada Sabtu (11/4), misalnya, penulis yang sedang menyusuri Jalan Ir H Juanda, persis di depan Istana Kepresidenan, dua orang yang berpepasan jalan  bertanya dengan nada memelas, “Pak, apakah di sana ada pembagian sembako?”

Setidaknya setelah mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Istana Negara Jakarta, 2 Maret lalu,  Presiden Jokowi memang banyak memilih tinggal dan berkantor di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Untuk mengetahui apakah presiden sedang berada di Istana Bogor atau tidak, warga cukup melihat mobil petugas kepolisian dan TNI  yang biasanya  parkir berjajar di jalan Ir Juanda di depan  Gedung Balaikota Bogor. Juga selalu  ada seorang petugas militer  bersenjata yang tegak berjaga di pos gerbang utama.

Keberangkatan dan kepulangan presiden ke dan dari Istana Kepresidenan Bogor biasanya melalui jalan tol Jagorawi lalu keluar dan masuk  di gerbang tol  Baranang Siang setelah melewati Tugu Kujang di Jalan Pajajaran.

Dari lingkungan Kebun raya yang berudara sejuk, asri, hijau, dan berpengamanan cukup ketat ini secara virtual  Jokowi berulang kali menggelar  rapat terbatas (ratas) dengan beberapa menteri, mengumumkan sejumlah peraturan, kebijakan, serta berbagai pernyataan yang berhubungan dengan pengendalian dampak virus Covid-19.

Di kediaman Presiden, Paviliun Bayu Rini, Kompleks Istana Kepresidenan ini pula Presiden dan Ibu Negara melakukan tes virus Corona yang kemudian dinyatakan  negatif.

Rapat secara virtual memang menjadi pilihan presiden sejak virus Corona mewabah di Tanah Air. Seperti halnya Depok, Tangerang, dan Bekasi, sebagai tetangga yang berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kota Bogor pun tak luput dari pandemi virus Covid-19.

Cuaca cerah Kota Bogor yang telah berstatus zona merah pandemi virus Corona. AKURAT.CO/Herman Syahara

Adem-adem saja

Menurut data Pemkot Bogor, saat ini   terdapat 48 pasien positif Corona  dengan 10 orang meninggal. Walikota Bogor Bima Arya dinyatakan positif terpapar virus Covid-19  sekembalinya dari perjalanan ke luar negeri. Kini dia telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama lebih dari 22 hari di RSUD Kota Bogor. Namun dia masih harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya beberapa hari ke depan.  

Selama Bima Arya dirawat, praktis yang lebih sering menjelaskan kebijakan penanganan dampak Covid-19 adalah Wakil Walikota Dedie A Rachim.  Sejak walikota dinyatakan positif, Pemkot Bogor kemudian  dinyatakan berstatus sebagai  zona merah.

Dari pengamatan AKURAT.CO, hari-hari pertama sejak  Presiden Joko Widodo mengumumkan dua pasien positif Corona di Indonesia, respon warga kota Bogor nyaris “adem-adem saja”. Demikian juga ketika ada  Maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020 bertanggal 19 Maret 2020 serta  dibuatnya berbagai produk hukum dan ketentuan penanganan dan penghentian sebaran virus  Corona.

Di dalam Maklumat Kapolri itu antara lain disebutkan adanya  larangan  semua kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak atau massa. Baik  yang berada di tempat umum atau di lingkungan masing-masing seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan,  seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lain yang dilarang.

Meskipun secara visual lalulalang kendaraan di jalan umum mulai berkurang, namun di sejumlah titik kerumumam masih tetap berlangsung. Mal dan pusat perbelanjaan masih dipadati pengunjung. Di Botani Square malah digelar bazar buku dan pameran perumahan  sejumlah developer.

Sebuah klub sepeda berkumpul di depan jogging track Kebun Raya  Bogor, tak jauh dari Tugu Kujang, menanti kedatangan kawan-kawan lainnya. AKURAT.CO/Herman Syahara

Di trotoar luar  Kebun Raya Bogor yang sudah dinyatakan tutup pun nampak masih banyak warga berkerumun atau berolahraga. Bahkan ada puluhan anggota sebuah komunitas gowes (bersepeda) asyik bergerembol di Tugu Kujang sambil kulineran  di pedagang asongan.

“Saya lihat  virus Corona kan hanya menyerang orang kaya dan pejabat,” sahut salah seorang anggota komunitas itu ketika ditanya kenapa berani bersepeda ramai-ramai di tengah pandemi. Ironisnya, jawaban yang terkesaan menyepelekan  seperti itu sering terucap dari sejumlah warga Kota Bogor ketika penulis  menanyakan hal serupa.

Bahkan, ketika Presiden  meluncurkan Keppres 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada tanggal 31 Maret,  boleh dibilang kesadaran warga Kota Bogor untuk menaati berbagai peraturan masih tetap rendah.

Senjata pamungkas PSBB

Mengacu kepada berbagai produk hukum  dari pemerintah pusat, Pemkot Bogor telah meluncurkan sejumlah peraturan. Di penghujung Maret, misalnya,  pemkot meluncurkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 500/74 Hukham Tahun 2020 tentang Pembatasan Jam Operasional Pertokoan, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

Bersamaa dengan itu turun SK Wali Kota Bogor Nomor 500/75 Hukham Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran. Kedua kebijakan itu diambil menyusul setelah ditetapkannya Kota Bogor berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.

Pemkot juga membentuk gerakan  RW Siaga Covis-19 yang mengharuskan pejabat RT dan RW di tiap wilayah mengawasi kegiatan warga agar tidak  bepergian, tidak berkerumun, dan tetap menjaga jarak (phyiscal distancing). 

Meskipun sejumlah regulasi telah digulirkan, namun Pemkot Bogor nampaknya masih bimbang melakukan penegakan hukum kepada warganya yang  melanggar aturan itu. Baru hanya sebatas imbauan  lewat media massa dan spanduk atau sesekali peringatan lewat pengeras suara Satpol PP dan  aparat kepolisian.

Sanksi tegas peringatan dan penutupan tempat usaha, penangkapan warga yang berkerumun,  atau sanksi yang lebih ringan seperti push-up, sepertinya belum jadi pilihan Pemkot Bogor.  

Situasi ini membuat gusar Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Bogor, Zainal Arifin. Seperti dikutip Pikiran Rakyat, Sabtu (3/4), dia menilai warga Bogor belum sepenuhnya taat pada peraturan dan anjuran pemerintah agar tetap tinggal di rumah, menghindari kerumunan, dan mengenakan masker saat terpaksa harus keluar rumah.

“Masih banyak titik keramaian di jalanan. Warga pun  tidak pakai masker saat bepergian,” ujarnya seraya menambahkan bahwa  disiplin masyarakat amat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Untuk warga yang  masih bandel itu dia meminta pemerintah menjatuhkan sanksi.

Kemacetan di sekitar Pasar Kebon Kembang. AKURAT.CO/Herman Syahara

Zainal mencemaskan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk taat pada peraturan  pemerintah akan memperparah penularan Covid-19 karena Kota Bogor sudah berstatus zona merah. Jika korban virus terus berjatuhan,  katanya, taruhannya bukan hanya nyawa warga sendiri. Namun juga nyawa para tenaga medis yang jumlahnya terbatas dan makin berkurang karena terinfeksi  dan meninggal.

Tentu upaya penghentian penyebaran Covid-19 di Kota Bogor tidak akan menyerah kepada ketidakdisiplinan  sebagian  warganya. Masih ada “senjata” yang dapat dimanfaatkan, yaitu peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)  yang juga telah digulirkan Presiden Jokowi. 

Sesuai ketentuan bahwa bagi daerah yang ingin menerapkan PSBB harus meminta ijin kepada  Kementerian Kesehatan RI, Pemkot Bogor telah mengantongi surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/248/2020 tentang penetapan PSBB di Provinsi Jawa Barat. Dengan modal payung hukum itu, mulai hari ini, Rabu (15/4) sampai 14 hari ke depan, Pemkot  Bogor mulai memberlakukan PSBB

Senafas dengan peraturan lainnya, inti dari 11 poin ketentuan PSBB yang akan diterapakan Pemkot Bogor bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 oleh manusia kepada manusia lainnya.

Sebagain besar itu peraturan  itu sebenarnya sudah seriang didengar publik sejak lama, antara lain: Menutup fasilitas hiburan dan fasilitas umum milik Pemkot maupun milik swasta. Warga juga dilarang makan di tempat, baik itu di restoran, cafe, dan warung makan lainnya. Dan jumlah kerumunan dilarang lebih dari lima orang. Pemkot akan menindak para pelanggarnya.

Dari sisi lalulintas dan transportasi, di titik  tertentu yang berbatasan dengan kota lain, akan dibuat check point untuk memeriksa setiap kendaraan yang keluar-masuk  Kota Bogor. Penumpang angkot hanya diijinkan mengangkut 50 persen dari kapasitasnya. Selain itu  jam  operasional KRL Commuter Line akan dipersingkat  dari jadwal biasa.

Semoga diberlakukannya “senjata pamungkas” PSBB dengan segala sanksinya di Kota Bogor dan wilayah penyangga ibu kota Jakarta lainnya, dapat “memaksa” warga untuk berdisiplin. Pasalnya, virus Covid-19 adalah  mahluk tak kasat mata yang  belum ada obatnya dan tak kenal kompromi dan pilih kasih dalam merenggut nyawa manusia. []

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Hiburan

Cerita Via Vallen Rumahnya Didatangi Satpol PP hingga Polisi karena Sang Adik Positif Corona

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Belanja Kebutuhan Pokok Tak Dilarang, Tapi Jangan Lupakan Protokol Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Taman Hiburan Universal Studios Orlando Kembali Buka

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Museum dan Pusat Budaya di Eropa Siap Buka Kembali Pasca Tutup Sementara

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hindari Menggunakan Masker Saat Berolahraga

Image

News

Idulfitri2020

Kontras, Ini 5 Potret Beda Lebaran Sebelum dan saat Pandemi Corona di Yogyakarta

Image

Olahraga

Idulfitri 2020

Wabah Corona Rusak Momen Lebaran Gelandang Muda Persija

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Berdamai dengan COVID-19, Menilik Aturan New Normal Bagi Pekerja

Image

News

Wabah Corona

Banyak Warga dan Pedagang Berkerumun, Satpol PP Gencarkan Patroli

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Hiburan

Cerita Via Vallen Rumahnya Didatangi Satpol PP hingga Polisi karena Sang Adik Positif Corona

Warga mengeluh karena adik Via Vallen masih keluar masuk rumah tanpa diisolasi

Image
Hiburan
Idulfitri 2020

Rayakan Idulfitri Perdana di Tengah Pandemi COVID-19, Deddy Corbuzier: Kena PSBB, Gak Masalah

Deddy Corbuzier: Yang jadi masalah, bila dunia tanpa kata maaf.

Image
Hiburan

Rayakan Idulfitri 1441 H, Sophia Lathuba: Jangan Sampai Jarak Memisahkan Silaturahmi

Sophia Latjuba: saya dari kecil (rayakan) lebaran.

Image
Hiburan
Idulfitri 2020

Alami Pendaraan, Ussy Sulistiawaty Terpaksa Rayakan Lebaran di Rumah Sakit

Janin dalam kandungan Ussy, baik-baik saja.

Image
Hiburan

Memulai Karier Sejak Muda, Ini 6 Potret Dian Sastro Saat Jadi Cover Majalah Gadis

Di usianya yang masih belia, ia tampil sebagai juara pertama di ajang Gadis Sampul untuk majalah Gadis

Image
Hiburan

Bikin Adem, Ini 7 Potret Memesona Artis Korea Pakai Baju Koko

Para artis Korea ini tampak semakin berkarisma.

Image
Hiburan

Reza Arap Mengaku Pernah Mengidap COVID-19: Susah Napas, seperti Mau Mati

Dokter memberikan pilihan antara mau dirawat di rumah sakit atau pulang. Reza pun memilih isolasi mandiri di rumah dengan diawasi dokter.

Image
Hiburan

Esai Morales Gantikan Nicholas Hoult di Film 'Mission: Impossible 7'

Mission Impossible 7 rencananya akan dirilis pada bulan Juli 2021.

Image
Hiburan

Rutin Baca Al-Quran, Dian Sastrowardoyo Berdiskusi Tentang Terjemahannya

Dian Sastrowardoyo memang rutin tadarus Al-Quran dan memahami segala arti terjemahannya

Image
Hiburan

Para Pemain Tunjukkan Reaksi Tanggapi Berita Soal Film Justice League Versi Snyder

Zack Snyder mengumumkan film Justice League versinya akan rilis di HBO Max.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Orang Kaya Arab Borong Saham Facebook, Semoga Tulisan Sinis 'Jangan Pakai Produk Kafir' Bisa Lenyap

  2. KKB Tembak Dua Petugas Medis Covid-19, Salah Satunya Tewas di Tempat

  3. Puji Siti Fadilah, Mbah Mijan: Terblow Up-nya Beliau Ancaman Sekaligus PR Berat Mereka Dimasa Mendatang, Selangkah Lagi, Jualan Virus Udah Nggak Pakai Sense

  4. Ustaz Abdul Rahman: Obat Paling Ampuh Penangkal Virus Corona, Kesabaran dan Iman

  5. Beli Rumah di Usia 21 Tahun, Irsyad Raharjo Ungkap Rahasia Miliki Properti Sejak Dini

  6. Nicholas Saputra Beberkan Rencana Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi Covid-19

  7. Kisah Maryam Younarae, Selebgram Korea Selatan yang Jadi Mualaf Setelah Terpikat dengan Ajaran Islam

  8. Lebaran di Rumah, Raffi Ahmad Gelar Salat Id Dipimpin Syekh Ali Jaber

  9. Pakar Hukum: Perppu 1/2020 Tak Bisa Diterima Karena Sudah Jadi Undang-undang

  10. Duka 12 Keluarga yang  Berlebaran di TPU Pondok Ranggon 

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image
Achmad Fachrudin

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image
Achsanul Qosasi

Berlebaran Secara New Normal

Image
Ujang Komarudin

Matinya Reformasi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Idulfitri2020

Sederhana, 7 Momen Anies Baswedan Rayakan Lebaran dengan Keluarga di Tengah Pandemi

Image
News

Intip Gaya 6 Istri Kepala Daerah yang Hits Abis!

Image
News

Wabah Corona

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, 7 Potret Prabowo Subianto Bertugas di Tengah Pandemi COVID-19