News

Herzaky: Pemecatan 7 Kader Partai Demokrat Bukan Asal-asalan

Herzaky: Pemecatan 7 Kader Partai Demokrat Bukan Asal-asalan
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam acara diskusi akhir pekan dengan tema Kemelut Partai Demokrat Berlanjut, secara vitrual, Sabtu (27/2/2021). (Youtube SmartFM)

AKURAT.CO, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, pemecatan tujuh kader yang terlibat Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan (GPK) sudah berdasarkan data dan fakta kesaksian para kader. 

Hal tersebut disampaikan dalam acara diskusi akhir pekan dengan tema Kemelut Partai Demokrat Berlanjut, secara virtual, Sabtu (27/2/2021). 

"Kalau kita bicara mengenai gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat ini kan bukan ujug-ujug datang begitu saja. Keputusan yang kami ambil juga bukan datang begitu saja," terang Herzaky. 

"Tetapi ini kami merasa sangat lah perlu. Kenapa? Karena setelah kita kumpulkan semua data dan fakta tersebut maupun kesaksian sehingga kemudian kami lakukan konferensi pers pada tanggal februari lalu pernyataan pergerakan ini tidak berhenti," sambungnya. 

Dia mengungkapkan, dari tujuh orang yang telah dipecat, enam diantaranya sangat aktif mengajak para kader di daerah untuk menggelat Kongres Luar Biasa (KLB). 

Selain itu, Herzaky menambahkan, pemecatan tersebut juga sudah bedasarkan kehati-hatian partai dan AD/ART serta kode etik, maupun aturan hukum yang berlaku di internal partai. 

"Jadi bukan asal pecat. Ada prosesnyanya. Sudah disidang beberapa kali dewan penghormatan karena dasar untuk mengambil keputusan ini adalah rekomendasi dari dewan kehormatan," jelasnya. 

Herzaky mengaku bahwa pihaknya masih berniat untuk menggelar pertemuan. Bahkan dia menyebut, Jhoni Allen Marbun sempat meminta untuk dipertemukan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun disayangkan pertemuan tersebut supaya digelarnya KLB. 

"Setelah sidang berapa kali kemudian ternyata dari kader-kader kami mendesak bahwa kalau penghianat ini harus segera dipecat gitu. Karena bagaimanapun mereka nggak nyaman kalau mereka masih menghasut seperti ini," ungkapnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) akhirnya memecat kader-kadernya yang terlibat Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan (GPK) PD secara inkonstitusional. 

Ada tujuh kader Demokrat yang dipecat. Mereka adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie. 

Keputusan pemberhentian tetap dengan tidak hormat disebut sesuai dengan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Meskipun alasan pemecatan Marzuki Alie sedikit berbeda dengan enam kader Demokrat lainnya 

"Padahal, kepemimpinan dan kepengurusan serta AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020, telah mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan masuk dalam Lembaran Negara," kata Herzaky dalam keterangan persnya.[]

baca juga:

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu