News

Heriyanti Putri Akidi Tio ada Proyek Pengadaan Barang di Istana?

Wartawan senior itu kembali meronta-ronta setelah mencium bau proyek pengadaan barang di istana dalam kasus donasi palsu Rp 2 triliun Heriyanti.


Heriyanti Putri Akidi Tio ada Proyek Pengadaan Barang di Istana?
Pengendara melintas di dekat mural di Jalan Raya Transyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Selain berutang Rp 3 miliar, Heriyanti putri mendiang Akidi Tio konon memiliki masalah pinjaman uang sebesar Rp 6 miliar. Hal itu diketahui dari penelusuran terbaru yang dilakukan oleh wartawan senior Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN tersebut mengungkapkan bahwa ada seseorang di Jakarta yang melaporkan Heriyanti ke polisi soal penipuan. “Kemudian yang sudah ada bukti bahwa ada orang Jakarta mengadukan Heriyanti ke polisi di Polda Metro Jaya, ada dokumennya, bahwa dia merasa ditipu 6 miliar karena uang itu akan dipakai oleh Heriyanti untuk proyek pengadaan barang di istana,” ungkap Dahlan Iskan di Kabar Petang tvOne, Selasa (3/8/2021).

Namun, Dahlan Iskan tak menjelaskan istana yang dimaksud. Dia mengatakan ihwal tersebut sedang dalam penelusurannya. “Bagaimana uang 6 miliar ini, proyek apa di istana, itu proyek istana kapan, istana sekarang atau istana dulu,” ujarnya berjanji akan mengungkap hal itu.

Sebelumnya, Dahlan Iskan menyingkap bahwa Heriyanti memiliki utang kepada seorang wanita yang dia sebut Si Cantik berinisial 5 “i” dalam laporannya di disway.id. Dahlan Iskan membeberkan bagaimana Heriyanti hingga berutang sebesar Rp 3 miliar kepada Si Cantik untuk berjuang menarik uang Rp 2 triliun di Singapura yang didonasikan ke penanganan Covid-19 di Palembang.

“Tangan saya pun gemetar ketika mendapat kepastian bahwa Heryanti memang punya utang itu. Yang belum terbayar itu. Bukan hoax," kata Dahlan Iskan dalam reportasenya berjudul Perjuangan 2 T itu diposting Sabtu (31/7/2021).

Meski uang donasi 2 triliun itu tak jelas adanya, Heriyanti telah menyerahkan tanda sumbangan secara simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri. Penyerahan dilakukan lewat seremonial di Gedung Promoter Polda Sumsel pada Senin, 26 Juli 2021. Dalam acara itu hadir pula Gubenur Sumsel Herman Daru beserta tokoh masyarakat dan pemuka agama Sumsel.

Bak pungguk merindukan bulan, donasi fantastis yang dinanti-nantikan tak kunjung nyata uangnya. Hingga akhirnya kedermawanan putri mendiang konglomerat asal Langsa, Aceh tersebut, berubah menjadi tersangka oleh polisi.

‘Prank’ Tersangka

Pada Senin, 2 Agustus 2021, Heriyanti dijemput langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro. Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 12.59 WIB mengenakan baju batik dan bawahan hitam dengan pengawalan sejumlah petugas.