News

Hendak ke Makam, Dubes Rusia untuk Polandia Disiram Cat Merah oleh Massa Antiperang Ukraina

Sergey Andreev dicegat massa saat pergi untuk meletakkan bunga di pemakaman militer Soviet di Warsawa pada peringatan Hari Kemenangan.


Hendak ke Makam, Dubes Rusia untuk Polandia Disiram Cat Merah oleh Massa Antiperang Ukraina
Tak hanya menyiramkan cat merah, massa antiperang Ukraina di Polandia juga meneriakkan 'fasis' dan 'pembunuh' kepada Duta Besar Rusia untuk Polandia, Sergey Andreev. (Associated Press)

AKURAT.CO Duta besar Rusia untuk Polandia disiram cat merah oleh massa yang memprotes perang di Ukraina pada Senin (9/5). Insiden ini terjadi saat ia pergi untuk meletakkan bunga di pemakaman militer Soviet di Warsawa pada peringatan kemenangan sekutu atas Nazi Jerman pada 1945.

Berdasarkan video yang dirilis kantor berita Rusia, Sergey Andreev dan beberapa pria lainnya berlumuran cat di pakaian dan wajah mereka. Saat kejadian, mereka dikerubuti massa yang beberapa di antaranya memegang bendera Ukraina. Dalam video lain yang beredar daring, para aktivis antiperang terdengar meneriakkan 'fasis' dan 'pembunuh'.

Kepada kantor berita TASS, Andreev mengaku ia dan timnya tak terluka parah dalam insiden itu. Para demonstran mencegah mereka meletakkan bunga di pemakaman. Polisi Polandia lantas mengawalnya pergi.

Kementerian luar negeri Rusia telah menanggapi insiden ini. Mereka menuntut Warsawa segera mengadakan upacara peletakan karangan bunga yang baru. Polandia juga diminta memastikan perlindungan penuh terhadap provokasi apa pun.

Perang di Ukraina telah membayangi Hari Kemenangan tahun ini ketika Rusia mengenang 27 warga Soviet yang tewas dalam Perang Dunia II. Sementara itu, Polandia yang telah menampung jutaan pengungsi Ukraina membatalkan semua peringatan resmi Hari Kemenangan.

"Insiden ini seharusnya tak terjadi dan sangat disesalkan," kata Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau.

Ia pun menegaskan bahwa para diplomat telah mendapatkan perlindungan khusus, terlepas dari kebijakan yang diambil oleh otoritas negara mereka. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Polandia Mariusz Kaminski membela aksi massa tersebut.

"Berkumpulnya penentang agresi Rusia terhadap Ukraina, di mana terjadi genosida setiap hari, tak melanggar hukum. Emosi wanita Ukraina yang berpartisipasi dalam demonstrasi, yang mana suaminya dengan berani berjuang untuk membela Tanah Air, dapat dimengerti. Otoritas Polandia tak merekomendasikan duta besar Rusia untuk meletakkan bunga pada 9 Mei di Warsawa. Polisi mengizinkan duta besar untuk meninggalkan tempat kejadian dengan aman," twit Kaminski.

Di sisi lain, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, mengulangi klaim Kremlin bahwa Rusia sedang memerangi fasis di Ukraina.

"Pengagum neo-Nazisme telah kembali menunjukkan wajah mereka," cibirnya.

Insiden ini diduga akan semakin meningkatkan ketegangan antara Moskow dan Warsawa. Polandia sendiri telah menjadi rute utama pasokan senjata dalam perang Ukraina. Pemerintah Polandia awal bulan ini juga menolak untuk membayar raksasa energi Rusia, Gazprom, dengan mata uang Rubel. Akibatnya, pasokan gas ke negara itu disetop.

Sementara itu, otoritas Rusia mengeklaim tanpa bukti bahwa Polandia bercita-cita untuk mencaplok wilayah barat Ukraina.[]