News

Helikopter Pertama Planet Mars Sukses, NASA Kembangkan yang Lebih Besar dan Canggih

Data helikopter ini digunakan untuk mengarahkan penelitian tentang kemungkinan pesawat antarplanet di masa depan.


Helikopter Pertama Planet Mars Sukses, NASA Kembangkan yang Lebih Besar dan Canggih
Gambar konsep yang mengilustrasikan 6 rotor pada kemungkinan helikopter Mars di masa depan. (NASA via UPI)

AKURAT.CO, Saat helikopter Mars Ingenuity memecahkan rekor antarplanet dan menarik perhatian publik, NASA diam-diam sedang meneliti helikopter yang lebih besar dan lebih baik untuk menavigasi medan terjal Planet Merah. Pesawat berikutnya yang dikirim ke Mars ini belum diumumkan anggarannya, desainnya, dan tanggal peluncurannya. Meski begitu, tim peneliti NASA dan sejumlah universitas telah mempelajari kemungkinan tujuannya untuk misi semacam ini.

"Kami mencoba mengamati keberhasilan Ingenuity dan apa yang bisa kami capai dengan pesawat yang lebih besar dan punya kemampuan lebih ke Mars dalam hal sains yang bisa kami lakukan dan jarak yang bisa kami tempuh," ungkap Teddy Tzanetos, seorang teknolog robotika NASA, dilansir dari United Press International.

Pesawat baru ini akan menjadi versi Ingenuity yang lebih besar dengan 2 rotor atau helikopter yang lebih besar dengan 6 rotor, menurut Tzanetos. Berat Ingenuity hanya sekitar 1,8 kg, sedangkan helikopter yang sedang diteliti ini akan punya berat hingga 29,9 kg.

NASA masih mengeksplorasi batas kecepatan dan jarak Ingenuity. Para insiyur seperti Tzanetos pun menggunakan seluruh data baru dari helikopter kecil itu untuk mengarahkan penelitian tentang kemungkinan pesawat antarplanet di masa depan.

Ingenuity hanya memiliki kamera optik, sementara helikopter yang lebih besar dapat membawa peralatan seperti spektrometer untuk menganalisis komposisi bantuan.

"Kami dapat membawa lebih banyak instrumen sains, meski tidak seperti yang bisa dilakukan oleh sebuah penjelajah," tambah Tzanetos.

Sejauh ini, helikopter tersebut sementara diberi nama Helikopter Sains Mars untuk membedakannya dengan Ingenuity. Dalam makalahnya, dicantumkan 3 kemungkinan tujuan. Pertama adalah Mawrth Vallis, sebuah lembah tempat NASA mendeteksi bukti pergerakan air di masa lalu. Kedua adalah Kawah Milankovi yang dapat menampung endapan es air yang besar. ketiga adalah Lucus Planum, daerah yang relatif datar tempat sejumlah peneliti yakin helikopter dapat membantu menentukan kapan Mars kehilangan medan magnetnya dan juga mengamati aliran vulkanik.

Penelitian NASA tentang helikopter masa depan mencakup kemungkinan jangkauan 16-24 km per hari. Sementara itu, penerbangan terpanjang Ingenuity sejauh ini adalah sekitar 0,6 km.

Sejumlah ilmuwan pernah mencemooh gagasan Ingenuity, seperti saat NASA mengirim robot penjelajah kecil Sojourner ke Mars pada 1997. Penjelajah kecil Sojourner adalah demonstrasi teknologi sukses yang mengirim kembali lebih dari 500 citra dan beroperasi selama 83 hari Mars atau sol. Padahal, NASA merancangnya hanya untuk misi 7 hari. Keberhasilan misi Sojourner pun mengarah langsung pada eksplorasi masa depan oleh 4 robot penjelajah tambahan, termasuk Perseverance yang kini beroperasi di Mars.

NASA baru-baru ini mencatat bahwa Ingenuity bisa dijadikan pemandu yang berharga saat para insinyur merencanakan ke mana harus mengirim Perseverance berikutnya.

Menurut Zubrin, seorang insinyur sekaligus penulis kedirgantaraan, NASA harus mengirim pesawat melalui Valles Marineris, ngarai terbesar di tata surya. Beberapa ilmuwan juga berbagi ide itu, menurut Ray Arvidson, profesor Ilmu Bumi dan Planet di Universitas Washington di St Louis. Ia telah terlibat dalam setiap misi Mars sejak Viking mendarat di Mars pada tahun 1976.

"Valles Marineris punya banyak endapan yang mungkin merupakan danau purba di dasarnya," kata Arvidson. "Sebuah helikopter bisa menjelajahi dinding ngarai secara vertikal dan lateral. Itu akan membantu ilmu pengetahuan dan membangun daya tarik publik."

NASA telah menyelidiki kemungkinan mengirim pesawat mandiri ke Mars pada misi beranggaran ketat yang akan mengudara, tanpa pendarat kompleks yang diperlukan untuk penjelajah.

"Saya pikir ini membuka segala macam kemungkinan yang menarik," tutur Arvidson. "Anda ingin pergi ke tempat-tempat menarik secara geologis dan beragam medan yang tidak dapat Anda capai dengan penjelajah." []