Ekonomi

Hei Milenial, Kamu Penting Ketahui Dua Hal Ini Soal Keuangan Syariah!

OJK menyatakan survei nasional keuangan tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah itu hanya 8,9%


Hei Milenial, Kamu Penting Ketahui Dua Hal Ini Soal Keuangan Syariah!
Illustrasi lembaga Keuangan Syariah

AKURAT.CO Survei nasional keuangan tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah itu hanya 8,9%. Dengan kata lain hanya 9 dari 100 orang dewasa Indonesia yang mengenal produk keuangan syariah dengan baik.

Tingkat literasi keuangan syariah ini jauh lebih rendah, dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan rata-rata nasional yang mencapai 38%.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menyoroti dua hal terkait literasi keuangan syariah dikalangan milenial.

Pertama, sebagian besar kaum milenial mengira bahwa ekonomi dan keuangan syariah hanya diperuntukkan bagi umat Islam atau kaum muslim apalagi banyak istilah yang masih menggunakan bahasa Arab.

Tak hanya itu, banyak kaum milenial yang juga beranggapan bahwa produk keuangan syariah itu diperuntukkan bagi orang tua padahal tidak demikian.

“Banyak para pelaku ekonomi syariah di Indonesia yang bukan umat Islam dan banyak konsumen muda yang telah ambil bagian dalam Ekonomi keuangan syariah,” katanya dalam webinar Menggenjot Akselerasi Keuangan Syariah di Kalangan Milenial di Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Kedua, lanjut Tirta, adalah masih banyaknya masyarakat Indonesia juga termasuk pata kaum milenial yang mengira bahwa produk keuangan syariah itu sama saja dengan produk keuangan konvensional yang diganti nama dengan istilah-istilah Arab.

Misalnya deposito dengan bagi hasil dinamakan mudharabah. Kemudian, pembiayaan untuk kepemilikan kendaraan atau kepemilikan properti diganti nama dengan murabahah. Persepsi ini menurutnya kurang tepat dan perlu diluruskan.

Hal inilah yang menjadikan edukasi keuangan syariah merupakan sebuah hal yang krusial bagi generasi milenial yaitu bahwa produk keuangan syariah itu bersifat universal untuk semua golongan dan semua umur.

“Sudah digital layanannya juga cepat kalau tadi disebutkan keuangan syariah mudah berkah Alhamdulillah,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Tirta, pada dasarnya perbedaan produk syariah dengan produk yang konvensional bukanlah pada hasil akhirnya melainkan pada proses yang sesuai dengan syariat Islam.

Sebagai informasi, berdasarkan data OJK, hingga Maret 2021 total aset keuangan syariah tidak termasuk saham Syariah telah mencapai Rp1.863 triliun atau sekitar 10% dari total aset industri keuangan yaitu dari perbankan syariah. Adapun market share 6,4% dari yang non Bank Syariahnya 4,4% dan yang pasar modal syariahnya cukup tinggi yaitu 17,3%.[]