News

Heboh, Video Viral Tunjukkan Petugas China Kunci Warga di Dalam Rumah untuk Tekan Varian Delta

Jurnalis Taiwan News mengatakan bahwa langkah itu merupakan pengulangan dari taktik ekstrem yang terlihat di Wuhan pada masa awal pandemi


Heboh, Video Viral Tunjukkan Petugas China Kunci Warga di Dalam Rumah untuk Tekan Varian Delta
Rekaman menarasikan personel pencegahan pandemi China mengunci warganya di dalam rumah di tengah lonjakan kasus infeksi Covid-19 karena varian Delta (Screenshot TWITTER via Taiwan News)

AKURAT.CO, Baru-baru ini, outlet media Taiwan hingga India ramai memberitakan sejumlah video yang menarasikan bahwa petugas China mengunci warganya di dalam rumah.

Menurut pemberitaan, video-video semacam itu telah menjamur di media sosial, bersamaan dengan munculnya gelombang baru di China karena varian Delta.

Jurnalis Taiwan News, Keoni Everington, mengatakan bahwa langkah itu merupakan pengulangan dari taktik ekstrem yang terlihat di Wuhan pada masa awal pandemi.

Komisi Kesehatan Nasional China pada 9 Agustus mengumumkan 143 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi di setidaknya 17 provinsi. Ini adalah jumlah kasus harian paling banyak yang dilaporkan sejak 20 Januari.

Dari jumlah tersebut, 35 diimpor dari luar negeri dan 108 adalah kasus lokal, termasuk 50 di Provinsi Jiangsu, 37 di Provinsi Henan, 15 di Provinsi Hubei, dan enam di Provinsi Hunan. Selain itu, Komisi Kesehatan Jiangsu melaporkan dua kasus di Kota Nanjing dan 48 di Kota Yangzhou.

Di waktu bersamaan, video-video petugas China yang menyegel warganya muncul di platform media sosial populer, seperti Weibo, Twitter, dan YouTube.

Dalam rekaman yang dibagikan itu, terlihat sejumlah personel dengan alat pelindung diri (APD) berkumpul di luar hunian warga. Dengan baju hazmat putihnya, para petugas itu terlihat memasang jeruji besi secara menyilang di depan pintu. Tampak pula bagaimana mereka berusaha keras memaku besi demi mencegah siapa pun untuk pergi keluar rumah.

Kemudian dalam satu postingan Twitter, seorang pria tampaknya telah melanggar karantina dan nekat keluar rumah demi 'menghirup udara segar'. Setelahnya, pria itu terlihat kembali apartemennya dengan 'No 104'.

Menurut unggahan tersebut, setelah otoritas pencegahan epidemi menemukan pelanggaran pria itu, mereka mengirim petugas untuk menyegelnya di dalam. Video berikutnya menunjukkan personel memblokir pintu masuk apartemen No. 104.

 Dalam video yang diposting ke YouTube, si pengunggah menjelaskan jika seseorang ditemukan telah membuka pintu rumah mereka lebih dari tiga kali dalam satu hari, mereka akan dikunci di dalam oleh pihak berwenang.

Lalu ada pula video lain yang menunjukkan sejumlah pintu disegel dan rekaman yang disiarkan menyatakan,'Orang-orang tidak boleh keluar. Jika mereka tertangkap, pintu akan segera disegel'. Dilaporkan video awalnya diunggah di Weibo, dan kemudian baru dibagikan ke Twitter dan YouTube.

Selain itu ada satu video seorang anak perempuan kecil menari di depan petugas dengan APD. Video itu menjadi kontroversial karena sejumlah penguna Twitter mengklaim bahwa gadis itu menari beberapa saat sebelum dikurung petugas.

Namun, versi resmi pemerintah oleh Zhengguan News dari Zhengzhou mengklaim gadis itu justru tengah bersiap untuk menjalani tes PCR ketiga. Anak itu dikatakan berterima kasih kepada staf pencegahan epidemi atas kerja keras mereka.

EMBED 5

Video serupa yang mengklaim petugas mengunci rumah warga juga diunggah oleh seorang pengguna Twitter dengan akun 'Things China Doesn't Want You to Know'. Atau jika diterjemahkan menjadi 'Hal-hal yang China Tidak Ingin Anda Ketahui'. 

Akun itu menuduh bahwa jika ada orang di apartemen yang dinyatakan positif atau ditemukan sebagai kontak dari kasus yang dikonfirmasi, seluruh bangunan akan disegel. Adapun durasi penyegelan dikatakan bisa berlangsung selama 2-3 minggu, atau kadang bisa lebih lama.

"Partai Komunis China mengunci orang-orang di dalam rumah mereka lagi.

"Jika seseorang di dalam gedung tes positif atau memiliki pelacakan kontak positif, seluruh gedung akan disegel selama 14 hingga 21 hari, terkadang lebih lama," tulis akun tersebut sambil menyertakan video yang memuat aksi penyegelan rumah warga hingga adegan yang menunjukkan orang-orang di kompleks apartemen di Kota Yangzhou Jiangsu berteriak 'Yangzhou jiayou!' (Semangat Yangzhou!).

Kendati demikian, AKURAT.CO belum bisa mengonfirmasi konteks atau kebenaran dari narasi yang disebutkan video-video yang beredar ini. Pun, pemerintah China belum memberikan keterangan apa pun soal isi video yang memperlihatkan petugasnya mengunci rumah-rumah penduduk. []