News

Heboh Tagar #TenggelamkanDemokrat, Anak Buah AHY Langsung Sindir Pemerintah

Tagar #tenggelamkandemokrat trending topik di Twitter regional Indonesia pada Rabu (28/7/2021).


Heboh Tagar #TenggelamkanDemokrat, Anak Buah AHY Langsung Sindir Pemerintah
Tagar #tenggelamkandemokrat trending topik di Twitter (Screenshot/Twitter)

AKURAT.CO, Tagar #tenggelamkandemokrat trending topik di Twitter regional Indonesia pada Rabu (28/7/2021).

Tagar tersebut mencuat setelah politikus Partai Demokrat Andi Arief membuat pernyataan kontroversial. Dia mengatakan bahwa para kader Partai Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kerap diterpa fitnah dan ancaman

Namun, bagi Andi Arief, fitnah dan ancaman sudah menjadi 'makanan' sehari-hari kader Partai Demokrat.

"Fitnah dan ancaman adalah hal biasa pada kader dan Partai Demokrat," tutur Andi Arief lewat akun Twitter @Andiarief_ pada Senin, 26 Juli 2021.

"Namun tugas sebagai fungsi partai politik mengkritisi pemerintah harus tetap jalan," imbuhnya.

Selain itu, Andi Arief menyatakan perang terhadap buzzer. Dia menilai buzzer menjadi penyebab negara rusak.

"Terhadap Buzzerp kita nyatakan perang, karena negara rusak belakang ini karena mereka,” tegasnya.

Sementara politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai menenggelamkan partainya merupakan upaya konyol.

Jansen menduga tagar tersebut mencuat akibat kader Partai Demokrat kerap mengkritik kebijakan pemerintah, salah satunya terkait penanganan pandemi Covid-19.

"KONYOL BENAR tagar #tenggelamkandemokrat! Sejak awal Demokrat tidak pernah remehkan corona, itu maka kita setuju Perppu agar uang negara leluasa dipakai menangani. Malah pemerintah & buzzer yang cengengesan: Covid susah masuk karena izinlah, tak tahan cuaca panas, insentif wisata dll," sindir Jansen menggunakan akun Twitter @jansen_jsp.

Di kicauan berbeda, Jansen mengultimatum buzzer. Dia bilang buzzer berkontribusi atas buruknya penanganan pandemi Covid-19.

"Terbalik dunia ini. Yang sejak awal mengatakan corona serius, diserang. Yang cengengesan jejak digital berserak minta maafpun tidak. Jabatan mungkin bisa dipertahankan, tapi legitimasi moral sudah habis. Termasuk buzzer ada kontribusi kalian atas buruknya penanganan pandemi ini, tobatlah," tutur Jansen.

Diketahui, hingga pukul 16.00 WIB sudah ada 19 ribu lebih kicauan dari warganet yang menggunakan tagar #tenggelamkandemokrat. Salah satu yang menggunakan tagar tersebut adalah mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand menggunakan tagar tersebut untuk mengungkapkan keprihatinan.

"Saya prihatin munculnya tagar #TenggelamkanDemokrat , ini akibat komunikasi politik yang ofensif sebelum masanya. Rakyat koq diajak perang..!!," tutur Ferdinand menggunakan akun @FerdinandHaean3.[]