Ekonomi

Heboh Muncul Aturan Biaya Transaksi Berubah Jadi Rp150.000 Per Bulan, BRI: Hoax!

Dalam info tersebut, biaya transaksi yang lama Rp6.500 per transaksi diganti dengan biaya yang baru Rp150.000 perbulan


Heboh Muncul Aturan Biaya Transaksi Berubah Jadi Rp150.000 Per Bulan, BRI: Hoax!
Kabar Hoax soal biaya transaksi Bank BRI jadi Rp150.000 perbulan (Dokumentasi BRI )

AKURAT.CO, Bank BRI memberikan klarifikasi terkait munculnya kabar pergantian seluruh biaya transaksi melalui Bank BRI mobile/ internet banking yang diubah menjadi biaya bulanan. Dalam info tersebut, biaya transaksi yang lama Rp6.500 per transaksi diganti dengan biaya yang baru Rp150.000 perbulan (Autodebit dari rekening tabungan), Unlimited transaksi.

Dalam info itu tertulis, untuk perubahan skema tarif dalam tahap percobaan untuk 6 bulan ke depan. Dengan ini kepada Bpk/Ibu Nasabah Bank BRI untuk PERSETUJUANNYA ataupun Konfirmasinya disini nasabah: 1. Apakah setuju dengan tarif baru perbulan Rp150.000, atau

2. Jika tidak setuju, Dan tetap mau menggunakan tarif yang lama Rp6.500/ per transaksi dikarenakan jarang bertransaksi. Dan untuk konfirmasi silahkan isi formulir yang dikirimkan. Pastikan semua data di isi semua dengan benar.

baca juga:

N:B Jika Bapak/Ibu tidak ada konfirmasi, maka dianggap setuju. Ada penagihan setiap bulannya Rp150.000 dari rekening tabungan BRInya. Ada transaksi atau tidak tetap akan dipotong.

Menanggapi keterangan itu, pihak BRI pun menegaskan jika kabar itu tidak benar alias hoax belaka. Tampak dari label HOAX yang disematkan pada info tersebut.

Sekadar informasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih pada kuartal I tahun 2022 sebesar Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13 persen secara year on year. Sementara untuk aset, pada akhir Maret 2022 tercatat asset BRI Group tumbuh sebesar 8,99 persen yoy menjadi Rp1.650,28 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan pencapaian laba BRI tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan core business BRI.

"Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7,43 persen yoy menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I 2022 sebesar 6,65 persen,” ujarnya, Senin (25/4/2022).

Secara umum, portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh sebesar 9,24 persen yoy dari Rp826,85 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp903,29 triliun di akhir Maret 2022. Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik, menjadi sebesar 83,95 persen.[]