Ekonomi

Heboh Indra Kenz Sebut Miskin adalah Privilege, Ini Kata Perencana Keuangan!

Indra Kenz ramai menjadi perbincangan di tengah jagat maya. Hal itu akibat crazy rich Medan menyebut bahwa terlahir miskin merupakan sebuah privilege


Heboh Indra Kenz Sebut Miskin adalah Privilege, Ini Kata Perencana Keuangan!
Indra Kusuma atau Indra Kenz (instagram/indrakenz)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu, nama Indra Kenz ramai menjadi perbincangan di tengah jagat maya. Hal itu akibat crazy rich Medan menyebut bahwa terlahir miskin merupakan sebuah privilege.

Sosok selebgram ini menyebut terlahir miskin merupakan privilege karena bisa merasakan berjuang sampai sukses. Berbeda dengan orang terlahir kaya, yang menurutnya justru tekanannya lebih besar ketimbang terlahir miskin.

Menurut Indra Kenz, orang yang terlahir kaya itu tidak bisa menjadi miskin. Karena itu, mereka yang terlahir kaya pasti terbebani dengan ekspektasi tinggi harus menjadi kaya lagi.

baca juga:

Pernyataan Indra Kenz itu sontak dihujani cemooh warganet. Mereka menuliskan beragam komentar bantahan sampai hujatan kepada Indra Kenz lantaran menyebut terlahir miskin merupakan suatu privilege.

Ungkapan tersebut buntut dari pernyataan Putri Tanjung yang menjadi trending topik di Twitter.

“Gimana kita bisa tahu risikonya kalau enggak kita ambil? High risk, high return," begitu kata Putri Tanjung dalam sebuah kutipan foto beberapa waktu lalu.

Meski berangsur tenang, tak sedikit masyarakat yang mempertanyakan makna dari kata privilege tersebut. Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI menyebutkan kata privilege diserap dari Bahasa Inggris menjadi privilege yang memiliki arti hak istimewa.

Makna hak istimewa yang tidak memiliki batasan, dalam perkembangannya sering diartikan sebagai hak istimewa yang hanya bisa didapatkan bila seseorang terlahir dari keluarga yang kaya dan memiliki akses lebih untuk mengembangkan segala potensi dirinya.

Jika melihat arti dari kata privilege tersebut, wajar saja jika banyak warganet yang marah-marah di linimasa sosial media. Bagaimana bisa hak istimewa didapatkan dari sesuatu yang bersifat umum.

Mengenai persoalan tersebut, Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozie menilai bahwa setiap orang memiliki kepribadian, kultur dan latar belakang kehidupan yang berbeda.

Menurut dia, di era kemudahan informasi seperti saat ini, diperlukan kemampuan menyaring dan memilih mana sesuatu yang baik dan tidak baik. Standarisasi menjadi perlu, mengingat setiap gelagat hidup yang bahkan tidak relevan dapat menjadi asupan publik yang dapat menimbulkan berbagai reaksi.

“Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berbicara maupun membawa cerita. Namun dapat mengatur bagaimana diri kita menerima dan bereaksi,” ujar Prita dalam unggahan di akun Instagram @pritaghozie, dikutip Selasa (25/1/2022).

Lebih jauh ia menceritakan pengalamannya di masa lalu. Prita Ghozie menjelaskan bahwa dahulu dirinya merupakan sosok yang selalu mendengarkan ucapan orang lain. Hal itu karena dirinya berupaya ingin menyenangkan orang-orang yang berada di dekatnya.

“ Enggak mau ada orang yang ngomong jelek tentangku dan lainnya. Padahal sih lama-lama capek sendiri,” kata dia.

Selain dirinya yang mulai lelah, dukungan yang diberikan sang suami pun turut membantunya tidak memaksakan kehendak.

“ Tujuannya supaya kita jadi diri yang lebih baik lagi," ucapnya.

Prita Ghozie juga mengajak agar masyarakat dapat fokus terhadap sesuatu yang dapat dikendalikan. Jangan sampai ada sesatu yang tidak baik yang berpengaruh buruk pada diri sendiri.

“Jika motivasi itu bisa membuat dirimu semakin maju ya silakan ikuti. Jika membuatmu malah negatif sampai ghibah, ya udah tinggalin,” tutur Prita Ghozie.[]