News

Heboh! China Temukan 'Gubuk Misterius' di Bulan, Rumah Alien?

Apa benar-benar rumah alien?


Heboh! China Temukan 'Gubuk Misterius' di Bulan, Rumah Alien?
Gambar-gambar yang dipancarkan kembali ke Bumi dari penjelajah Bulan milik China, Yutu 2 menunjukkan 'sesuatu yang misterius' (Getty Images/EyeEm via Mirror)

AKURAT.CO, Penjelajah Yutu 2 milik China berhasil merekam sebuah objek aneh di sisi cakrawala Bulan, yang kemudian digambarkan sebagai 'gubuk atau rumah misterius'.

Menurut Space.com, objek itu berbentuk kubus dan ditemukan oleh Yutu 2 saat melintasi kawah Von Karman selama hari lunar ke-36 dari misi tak  berawak tersebut, Chang'e 4. 

Diketahui, pada 3 Januari 2019, Yutu 2 mulai mendarat di sisi jauh Bulan. Perjalanan rover itu melibatkan pendakian bukit dan perjalanan melalui medan berbatu di kawah Von Karman. Sejak itu, rover itu berupaya meluncur melintasi Von Karman, kawah berdiameter 180 km dan terletak di dalam cekungan Kutub Selatan-Aitken.

Hingga saat ini, rover beroda enam tersebut telah menempuh jarak 840 meter dan telah mengirimkan 3,6 terabyte data ke Bumi.

Dari penjelajahan itu jugalah, Yutu 2 yang bertenaga surya, akhirnya menemukan sebuah objek aneh mirip kubus. Menurut Daymail, penemuan itu terjadi bulan lalu, di mana Yutu 2 mengambil gambar objek misterius, yang terletak 260 kaki (80 m) jauhnya ke utara, tepat di cakrawala. Rover yang terhubung dengan Chang'e 4 ini lalu mulai mengirim beberapa gambar buram dari benda misterius tersebut. 

Penemuan itu kemudian langsung diungkap oleh situs Our Space, saluran berita sains berbahasa China yang berafiliasi dengan Badan Administrasi Antariksa Nasional China (CNSA).

Mendapati temuan gubuk misterius itu, tim ilmuwan langsung menyatakan minat kuat untuk menyelidiki. Namun, untuk mencapai gubuk itu, Yutu 2 diperkirakan butuh waktu hingga 2-3 hari Lunar (atau 2-3 bulan untuk hitungan Bumi).

Meski 80 meter di Bumi terlihat dekat, tetapi Yutu 2 tetap butuh perjalanan lama untuk melintasinya. Ini terutama karena lintasan yang dilalui Yutu 2 di Bulan sangat berliku,  dan ia harus bisa menghindari batuan hingga lubang untuk melihat 'rumah' tersebut lebih dekat. 

Hingga kini, memang belum jelas apa sebenarnya objek yang menonjol di cakrawala Bulan itu. Pun, istilah 'gubuk misterius' hanya digunakan sebagai nama pengganti untuk merujuk pada penampilan objek yang berbentuk kubus. Jadi ini bukan benar-benar menunjukkan arti gubuk secara harfiah. 

Heboh China Temukan Gubuk Misterius di Bulan, Rumah Alien-kah - Foto 1
 Objek misterius yang dilihat Yutu 2 di cakrawala itu berbentuk mirip kubus-CSNA via DailyMail

Kendati demikian, Our Space telah menawarkan penjelasan yang mungkin bisa dikaitkan untuk menjawab asal usul objek itu. Menurut situs itu, objek bisa jadi hanyalah batu besar yang terbentuk karena peristiwa tumbukan.

Namun, seperti diwartakan Mirror, Our Space akhirnya ikut memberi celah bagi para pengguna internet  yang kemudian berspekulasi bahwa objek adalah 'tempat tinggal alien'.

'Apakah itu rumah yang dibangun oleh alien setelah pendaratan darurat? Atau apakah pesawat ruang angkasa perintis dari pendahulunya untuk menjelajahi bulan?" tanya seorang pengguna internet.

Sementara itu, para ahli tidak berharap demikian. Jurnalis luar angkasa Andrew Jones yang mengikuti program luar angkasa China, menjelaskan bahwa objek itu kemungkinan bulan milik alien. Namun, menurutnya, penyelidikan atas benda itu tetap patut dicoba.

Sisi Bulan tidak pernah terlihat dari Bumi dan, sebelum misi Chang'e-4, tidak ada wahana antariksa yang pernah mencapai bagian permukaan Bulan karena kesulitan komunikasi.

Chang'e 4 adalah misi keempat China ke Bulan dan yang kedua mengirim penjelajahnya.

Misi Chang'e 1 dan 2 adalah pengorbit, sedangkan Chang'e 3 mendarat di sisi dekat Bulan dengan penjelajah Yutu 1. 

Pada November tahun lalu, Beijing juga meluncurkan Chang'e-5 dengan tujuan mengembalikan sampel Bulan pertama ke Bumi dalam lebih dari 40 tahun. Terungkap kemudian pada Oktober tahun ini, bebatuan Bulan itu ternyata sudah berusia 2 miliar tahun. Menuurt para peneliti, sampel lalu itu diperkirakan berusia 1 miliar tahun lebih muda dari yang sebelumnya ditemukan di permukaan Bulan. []