Rahmah

Heboh Adopsi Spirit Doll, Ini Hukumnya Menurut MUI

Prof DR AGH Faried Wadjedy MA menjelaskan jika boneka yang digunakan sebagai alat penghibur atau alat peraga dan pendidikan maka itu boleh-boleh saja.


Heboh Adopsi Spirit Doll, Ini Hukumnya Menurut MUI
Spirit Doll (NU Online)

AKURAT.CO  Istilah spirit doll menjadi perbincangan hangat warganet belakangan ini. Pasalnya sejumlah artis ramai-ramai memamerkan spirit doll atau boneka arwah yang mereka anggap layaknya menjadi anak sendiri. 

Perlu diketahui, spirit doll adalah boneka yang menyerupai bayi dan seolah memiliki arwah layaknya bayi atau manusia pada umumnya. Pada zaman dulu, spirit doll biasanya digunakan dalam ritual pemujaan atau keagamaan. 

Namun belakangan, spirit doll digunakan sebagai metode penyembuhan batin seseorang. Spirit doll bisa dijadikan teman sebagai tempat berbagi rahasia dan mendampingi di saat suka dan duka.

baca juga:

Pada zaman dahulu, anak-anak juga biasa dihadiahi boneka bayi untuk dijadikan temannya. Namun, ketika mereka meninggal, keluarga merasa arwah mereka bersemayam di dalam bonekanya. Tak jarang sejumlah kejadian mistis terjadi di sekitar boneka itu. Pada akhirnya, yang mau 'mengadopsi' boneka itu hanyalah museum atau kuil.

Terkait dengan hal itu, beberapa pihak ikut angkat bicara soal spirit doll. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulsel Prof DR AGH Faried Wadjedy MA menjelaskan jika boneka yang digunakan sebagai alat penghibur atau alat peraga dan pendidikan maka itu boleh-boleh saja.

Akan tetapi, jika diyakini bahwa boneka tersebut sebagai anak lalu memiliki roh dan mendatangkan keberuntungan maka itu tidak dibenarkan dalam ajaran Islam karena menyaingi ciptaan Allah dan mengandung unsur kesyirikan.

"Jadi semua kembali kepada tujuan dan niat memiliki boneka tersebut, jika diniatkan untuk hiburan semata itu tidak menjadi persoalan,” ujar Wadjedy seperti dikutip dari situs resmi MUI, Kamis (20/1/2022).

Wadjedy kemudian menambahkan keterangan dengan cerita sejarah nabi bahwa: “Suatu ketika istri Nabi Aisy RA sedang bermain boneka kuda bersayap dengan temannya, ketika Nabi datang maka berhamburan semua temanya karena ketakutan. Melihat peristiwa itu Nabi menghampiri Aisya RA dan membiarkan mereka bermain boneka tersebut.”

Kesimpun dari peristiwa tersebut menunjukan bahwa hiburan boneka itu sebenarnya diperbolehkan selama tidak ada unsur penyembahan atau dianggap membawa keberuntungan lainya. Wallahu A'lam Bishawab. []