Olahraga

Hearn Perkirakan Fury Bakal Lawan Whyte Maret 2022

Namun demikian, Eddie Hearn terlebih dulu harus memastikan perselisihan antara Dillian Whyte dan WBC rampung.


Hearn Perkirakan Fury Bakal Lawan Whyte Maret 2022
Petinju kelas berat asal Inggris, Dillian Whyte, bersama promotornya, Eddie Hearn, usai pertarungannya kontra Alexander Povetkin di Brentwood, Inggris, Sabtu (23/8). (TWITTER/Matchroom Boxing)

AKURAT.CO, Promotor terkemuka asal Inggris, Eddie Hearn, tetap mengharapkan pertarungan antar petinjunya, Dillian Whyte, dengan juara dunia tinju kelas berat WBC, Tyson Fury, selambatnya bisa dihelat pada Maret 2022. Perkiraan ini menghitung kondisi Fury yang sempat terkena virus corona (Covid-19) pada 31 Juli lalu.

“Saya tidak percaya dia (Fury) bakal bertarung pada Februari. Karena dia pernah mengalami flu (Covid-19), sebagaimana yang dia katakan, dan kita sudah (masuk) Desember pekan depan,” kata Hearn sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Menurut saya, secara realistis Maret dan semoga, (bakal) melawan Dillian Whyte.”

Namun demikian, Hearn terlebih dulu harus memastikan perselisihan antara Whyte dan WBC rampung. Whyte diketahui akan menempuh jalur hukum karena WBC tidak memberikan Whyte jatah mandatoris menghadapi Fury setelah Fury mengalahkan Deontay Wilder pada Oktober lalu.

Sedianya, Fury diwajibkan menghadapi petinju asal Ukraina, Oleksandr Usyk, yang merebut empat gelar dari Anthony Joshua, September lalu. Namun, skenario tersebut batal karena Usyk memilih mematuhi klausul tarung ulang melawan Joshua.

Mandat kemudian jatuh kepada Whyte dengan syarat Whyte bisa mengalahkan Otto Walin sebelum menghadapi Fury. Namun, Whyte mundur dari pertarungan melawan Walin karena cedera bahu.

Batalnya pertandingan melawan Walin membuat WBC membatalkan pemberian mandat terhadap Whyte untuk menghadapi Fury. Situasi ini membuat Whyte memilih untuk menempuh jalur hukum melawan WBC.

Menurut Hearn ini bukan kali pertama Whyte kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pertarungan gelar juara dunia karena WBC batal memberikan mandat. Petinju asal Inggris tersebut selama beberapa tahun berada di posisi elite namun tawaran mandatoris tak kunjung datang untuknya.

“Itu sebabnya mengapa dia (Whyte) melakukannya (memperkarakan WBC). Karena jika dia menyerahkannya kepada WBC, seperti yang sudah dia lakukan, dia tidak bakal mampu mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan, menurut pendapatnya,” ucap Hearn.

Adapun Fury dengan tangan terbuka menerima tantangan Whyte. Hanya saja, Fury memperkirakan bakal butuh waktu lama bagi Whyte jika menempuh jalur hukum berkaca pada kasus gugatan Deontay Wilder untuk laga ketiga yang akhirnya terjadi pada Oktober lalu.[]