Olahraga

Headline Penuh Haru Koran Nasional Tanah Air, Pampang Nama Korban Kanjuruhan Berlatar Hitam 

Headline Penuh Haru Koran Nasional Tanah Air, Pampang Nama Korban Kanjuruhan Berlatar Hitam 
Foto koran nasional membawa pesan duka mendalam untuk tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). (Tangkapan layar/Twitter @AdibHidayat)

AKURAT.CO,Headline sejumlah surat kabar/koran di Tanah Air, Senin (3/10/2022) memuat pesan duka mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2022).

Berlatar belakang hitam sejumlah surat kabar nasional menuliskan nama-nama korban meninggal di halaman muka mereka.

Data resmi pemerintah menyebutkan 125 korban meninggal setelah laga Arema FC vs Persebaya. 

baca juga:

Dalam headline-nya, Kompas menuliskan nama-nama korban tragedi Kanjuruhan dalam bentuk oval, menyerupai desain tribune penonton.

Kompas menuliskan pesan dalam headline-nya, "Laga sepak bola, panggung sportivitas yang seharusnya menjadi tontonan menghibur, berakhir menjadi tragedi memilukan.

Investigasi dan evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar insiden yang menyebabkan 125 korban jiwa ini tak terulang. Jangan sampai bangsa ini tak belajar dari sejarahnya sendiri."

Beralih ke Koran Tempo, mereka juga menuliskan nama-nama korban dengan latar belakang hitam, dan di tengahnya menyerupai bola mereka menulis judul, "Tragedi Sepak Bola Kita, Malang, 1 Oktober 2022."

Sementara itu Media Indonesia juga melakukan hal sama. Menuliskan nama-nama korban dalam desain bola. Media Indonesia menuliskan judulnya, "Petaka Sepak Bola".

Data resmi korban tragedi Kanjuruhan 
Headline Penuh Haru Koran Nasional Tanah Air, Pampang Nama Korban Kanjuruhan Berlatar Hitam  - Foto 1
Tangkapan layar/Twitter @AdibHidayat

Dalam keterangannya kepada media, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan total korban yang meninggal dan terluka akibat tragedi Kanjuruhan mencapai 448 orang.

Jumlah tersebut terdiri 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang luka berat.

Untuk mengetahui kasus ini secara lebih dalam, PSSI juga melakukan investigasi terkait kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam. Laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 itu akhirnya dimenangkan Persebaya 3-2.

"Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak," ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Yunus memastikan panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan. Selain sanksi denda juga tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa laga.

"PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang," imbuh Yunus dalam rilisnya.[]