Ekonomi

Hati-hati Ya! 5 Jenis Investasi Bodong Ini Masih Sering Merajalela

Investasi bodong masih sangat marak terjadi di masyarakat. Umumnya kedok penipuan penawaran investasi dengan keuntungan besar


Hati-hati Ya! 5 Jenis Investasi Bodong Ini Masih Sering Merajalela
Cara mengetahui investasi resmi atau investasi bodong. (Pexels)

AKURAT.CO Investasi bodong masih sangat marak terjadi di masyarakat. Seperti kedok penipuan penawaran investasi dengan keuntungan besar beredar luas di masyarakat terutama melalui Facebook.

Target dari penipuan investasi juga beragam, namun kebanyakan adalah mereka yang sekiranya tidak memiliki pengetahuan tentang investasi. Oleh karenanya, penting bagi siapapun untuk mengetahui bentuk-bentuk penipuan berkedok investasi.

Berikut adalah skema atau kedok penipuan investasi alias investasi bodong terpopuler yang dilansir dari berbagai sumber.

Skema Ponzi

Skema Ponzi ini sifatnya berantai hingga sulit untuk menangkap otak atau pemain utamanya. Caranya adalah seseorang menawarkan investasi dengan keuntungan yang besar. Lalu orang pertama yang berhasil dimasukkan ke skema ini menjadi tangan kanan dan perlu mengajak orang lain lagi, begitu seterusnya.

Pada awalnya orang ini akan menerima apa yang dijanjikan, yaitu keuntungan dari investasi. Namun yang tidak disadari korban adalah untung yang mereka terima adalah uang dari orang-orang berikutnya yang diajak. Jika rantai ini putus, maka keuntungan yang dijanjikan akan berhenti pula. Orang pertama yang membangun rantai akan pergi dengan uang yang sudah didapatkan dari jaringan di bawahnya.

Si pelaku utama atau orang yang memulai ini sulit untuk ditangkap dan yang biasanya tertangkap adalah si tangan kanannya Skema Ponzi tidak memiliki produk yang jelas, baik berupa barang atau jasa. Hanya janji investasi dengan keuntungan yang sangat tinggi. Sehingga, kamu harus berhati-hati dalam membedakan kedua bentuk ini.

Investasi HYIP (High Yield Investment Program)

Model investasi ini menjanjikan hasil keuntungan yang tinggi. Misalnya, Anda diajak untuk berinvestasi sebesar Rp20 juta dengan janji 20% dari hasil bisnis per bulannya. Kemudian bisnis yang dijanjikan adalah bisnis batu bara, minyak, atau bisnis yang berbasi teknologi yang sulit untuk Anda pantau.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co