Lifestyle

Hati-hati Preeklamsia! Jangan Anggap Sepele Sakit Kepala Selama Hamil

Sakit kepala selama kehamilan sering terjadi pada trimester pertama dan ketiga. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kamu tidak boleh mengabaikan kondisi ini


Hati-hati Preeklamsia! Jangan Anggap Sepele Sakit Kepala Selama Hamil
Ilustrasi - Penyebab sakit kepala saat hamil (Freepik)

AKURAT.CO, Sakit kepala sangat umum terjadi pada semua orang, terutama pada ibu hamil. Banyak wanita mengalami sakit kepala selama kehamilan, terutama pada trimester pertama dan ketiga.

Kamu mungkin melihat peningkatan jumlah sakit kepala sekitar minggu ke-9 kehamilan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh perubahan hormon dan volume darah meningkat. selama kehamilan.

Tapi, secara umum, sakit kepala selama kehamilan bisa dimulai kapan saja dan terasa seperti sakit kepala biasa yang mungkin kamu alami saat tidak hamil.

baca juga:

Menurut David Columbo, MD, spesialis kedokteran ibu-janin dengan Spectrum Health, sebagian besar waktu, sakit kepala kehamilan tidak berbahaya. Namun, sakit kepala yang datang tiba-tiba, terutama pada paruh kedua kehamilan, bisa menjadi tanda preeklamsia; kondisi berbahaya yang memerlukan bantuan medis. 

"Rasa sakit dari sakit kepala kehamilan mungkin terkonsentrasi di satu sisi kepala, sinus, atau kedua sisi kepala," kata Columbo, dikutip AKURAT.CO pada Rabu, (17/11/2021).

Berikut beberapa penyebab sakit kepala pada masa kehamilan: 

Tekanan sinus

Peningkatan volume darah selama kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada sinus, yang menyebabkan sakit kepala sinus

Gangguan tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko sakit kepala. Hingga 94 persen orang hamil melaporkan gangguan tidur yang dapat meningkatkan risiko sakit kepala. 

Dehidrasi

Mual terkait kehamilan dapat membuat kamu tidak ingin minum cukup air. Kondisi ini meningkatkan risiko sakit kepala terkait dehidrasi. 

Lapar

Saat terbiasa makan lebih banyak kalori, kamu mungkin mengalami serangan rasa lapar dan gula darah rendah yang dapat memicu sakit kepala.

Fluktuasi hormon

Fluktuasi hormon dapat berperan dalam migrain, dan mungkin menjadi faktor paling umum untuk sakit kepala selama kehamilan. 

Ketegangan otot

Penambahan berat badan dan perubahan tubuh dapat memberi tekanan dan ketegangan pada bahu dan leher, yang menyebabkan sakit kepala 

Membatasi asupan kafein

Orang yang membatasi asupan kafein saat hamil mungkin mengalami gejala seperti kelelahan dan sakit kepala. Kondisi ini sangat mungkin terjadi jika kamu minum banyak kafein sebelum kehamilan.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi berhubungan dengan preeklamsia, yang dapat menyebabkan sakit kepala. Ini sering terjadi setelah minggu ke-22.

Jika sering mengalami sakit kepala dan tidak bisa diatasi dengan parasetamol, itu bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius, yang disebut preeklamsia. Ini biasanya melibatkan peningkatan tekanan darah dan masalah dengan ginjal. 

Sakit kepala pada ibu hamil sangat mengkhawatirkan selama trimester ketiga, ketika risiko preeklamsia meningkat. Jika mengalami perubahan penglihatan atau melihat bintik-bintik, segera hubungi dokter karena ini adalah tanda preeklamsia.

"Sakit kepala bisa sangat umum pada kehamilan, tetapi itu harus ditanggapi dengan serius karena bisa menjadi tanda peringatan tekanan darah tinggi. Jika setelah istirahat, minum air putih, dan parasetamol, sakit kepala masih ada, hubungi dokter," pesan Matthew Fore, MD, seorang OB-GYN dengan Rumah Sakit Providence St. Joseph.[]