Lifestyle

Hati-hati Mom! Kritik Berlebihan Bisa Bunuh Rasa Percaya Diri Anak

Banyak orang tua tanpa menyadari suka mengkritik anaknya. Hal ini miris karena dapat membunuh rasa percaya diri anak


Hati-hati Mom!  Kritik Berlebihan Bisa Bunuh Rasa Percaya Diri Anak
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, saat mendatangi SMAN 87 Jakarta, Rabu (17/10). (AKURAT.CO/Khalishah Salsabila)

AKURAT.CO, Orangtua pasti selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Oleh sebab itu, orangtua akan selalu menasihati dan mengajarkan anaknya dalam berbagai hal, terutama tentang sekolah dan pendidikan.

Meski memiliki tujuan yang baik, banyak orangtua yang kurang memahami cara yang tepat dalam mendidik anak. Alih-alih semangat, tak jarang anak menjadi minder alias kurang percaya diri karena terus-menerus dikritik.

Pengamat dan psikolog anak, Seto Mulyadi, atau akrab disapa Kak Seto, mengingatkan para orangtua untuk tidak menggunakan cara kekerasan dalam mendidik anak. Cara tersebut bisa membebani mental dan membunuh rasa percaya diri anak. Padahal, setiap anak seharusnya memiliki konsep diri yang positif tentang dirinya sejak dini.

"Setiap orang harus ditumbuhkan rasa percaya dirinya, harus merasa ada konsep diri yang positif pada anak. Konsep diri ini akan hancur kalau selalu dikritik dan disalahkan," kata Kak Seto dalam acara Peluncuran Gerakan Sosial #AyoTunjunkTangan, Dukung Kemajuan Anak Indonesia bersama SGM Eksplor secara daring, di Jakarta, Senin, (16/8/2021).

Kak Seto lebih lanjut mengingatkan bahwa setiap anak punya potensi yang berbeda. Sudah menjadi tugas orangtua untuk menyadari potensi tersebut, dan membantu anak mengembangkannya. Dengan demikian, anak pun akan merasa percaya diri dan semakin bersemangat mengembangkan potensinya.

"Jadi, setiap orang perlu menemukan potensi masing-masing anak. Entah potensi art, akting, menyanyi, presenter, menari dan sebagainya. Setiap anak ditunjukkan kelebihannya, maka dia akan membangun rasa percaya diri," ujar Kak Seto.

Terakhir, Kak Seto menyarankan para Mom untuk tidak mengkritik anak terus-menerus. Alih-alih mengkritik, Kak Seto menyarankan orangtua untuk terus memberikan dorongan semangat dan apresiasi kepada anak. Apabila anak sudah mengetahui minat dan bakatnya, maka orangtua harus mendukungnya.

"Stop, terlalu banyak mengoreksi atau mengkritik anak. Ingat, semua anak cerdas pada bidang yang saling berbeda. Bisa jadi Albert Einstein, bisa jadi Pablo Picasso, bisa jadi Ronaldo, bisa jadi Michael Jackson. Semua jenius di bidang masing-masing," tukasnya.[]